Connect with us

PTAM INTAN BANJAR

Pipa BPAM Banjarbakula Bocor, PTAM Intan Banjar Optimalkan Air Irigasi Riam Kanan untuk Jaga Pasokan Air

Diterbitkan

pada

PTAM Intan Banjar. Foto : Dok kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Gangguan distribusi air bersih PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar sehubungan dengan bocornya pipa transmisi air baku Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula di Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar langsung diatasi PTAM Intan Banjar.

Manajemen PTAM Intan Banjar bersama BPAM Banjarbakula bergerak cepat menjaga pasokan air bersih menyusul kebocoran pipa transmisi air baku di kawasan Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar.

Sebagai langkah mitigasi, kedua pihak berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin untuk meminta izin pemanfaatan air baku dari jaringan Irigasi Riam Kanan sebagai sumber alternatif selama pasokan dari jaringan transmisi utama mengalami gangguan.

Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni. Foto : dok.kanalkalimantan

Baca juga : Open Drag Bike Bangkit 2026 di Amuntai Meriahkan HUT ke-81 TNI

Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, mengatakan proses pengolahan air baku alternatif tersebut mulai dilakukan sejak Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Melalui upaya bersama ini, kapasitas produksi gabungan PTAM Intan Banjar dan BPAM Banjarbakula mencapai 300 liter per detik untuk mendukung pasokan air bersih bagi pelanggan di wilayah Banjarbaru dan Martapura.

“Sejak pukul 17.00 Wita PTAM Intan Banjar bersama BPAM Banjarbakula sudah mulai mengolah air baku dari Irigasi Riam Kanan. Saat ini air hasil pengolahan sudah masuk ke reservoir dan selanjutnya akan disalurkan kepada pelanggan,” ujar Mahyuni.

Baca juga : 78 Peserta Ikuti Lomba Pertolongan Pertama PMR Tingkat Madya Se-Kabupaten Banjar

Meski air bersih mulai tersedia, distribusinya belum dapat langsung normal karena diperlukan proses pengembalian tekanan jaringan secara bertahap agar air dapat menjangkau pelanggan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat distribusi.

“Air sudah masuk ke reservoir, tetapi tekanan jaringan harus dipulihkan terlebih dahulu. Jadi, distribusi dilakukan bertahap dan tidak bisa langsung menjangkau seluruh pelanggan secara bersamaan,” jelas dia.

Mahyuni menambahkan, koordinasi dengan BWS Kalimantan III menjadi bagian penting dalam penanganan gangguan tersebut, mengingat pemanfaatan air dari jaringan irigasi memerlukan persetujuan instansi yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya air.

Baca juga : IPSI Kalsel Gelar Pelatihan Sertifikasi Pelatih dan Wasit Juri

Manajemen PTAM Intan Banjar pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BWS Kalimantan III atas dukungan dan kerja sama dalam upaya pemanfaatan sumber air alternatif tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BWS Kalimantan III atas dukungan dan koordinasi yang terjalin. Sinergi ini sangat membantu upaya kami bersama BPAM Banjarbakula untuk menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah gangguan yang terjadi,” ungkap Mahyuni.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari mitigasi risiko operasional PTAM Intan Banjar dalam menghadapi gangguan pasokan air baku yang berasal dari infrastruktur eksternal.

Baca juga : Pipa Induk BPAM Banjarbakula Jebol, Krisis Air Ancam Banjarbaru-Martapura

Kebocoran pipa transmisi Banjarbakula sebelumnya juga pernah terjadi pada April dan September 2024 di kawasan Mandikapau. Saat itu, pemanfaatan air baku dari jaringan Irigasi Riam Kanan menjadi salah satu langkah alternatif untuk membantu menjaga pelayanan selama proses perbaikan berlangsung.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi manajemen untuk memperkuat koordinasi lintas instansi, mengoptimalkan sumber air alternatif, serta mempercepat penanganan agar dampak gangguan terhadap pelanggan dapat diminimalkan.

Baca juga : 10 Oktober Hari Kesehatan Mental Sedunia: Merawat Pikiran, Menyehatkan Jiwa

Mahyuni menegaskan, meskipun gangguan terjadi pada infrastruktur pemasok air baku di luar jaringan distribusi PTAM Intan Banjar, manajemen tetap berupaya maksimal mempertahankan pelayanan kepada masyarakat.

“Prinsip kami, pelayanan kepada masyarakat harus tetap diupayakan semaksimal mungkin. Karena itu, koordinasi dengan BPAM Banjarbakula dan BWS Kalimantan III terus dilakukan agar dampak gangguan dapat ditekan dan distribusi air bersih bisa segera pulih,” tegas dia. (Kanalkalimantan.com/ptamintanbanjar)

Editor: Dhani


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca