Kota Banjarmasin
Pertamina Akui Jalur Distribusi di Kalsel Terhambat, LPG 3 Kg Hanya bagi Warga Miskin!
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kelangkaan dan mahalnya harga LPG 3 Kg bersubsidi khusus warga miskin diakui PT Pertamina terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
PT Pertamina melalui Drestanto, Sales Area Manager Kalsel-teng PT Pertamina membenarkan kalau gas sempat terkendala dalam jalur pendistribusiannya.
“Rusaknya jalan Gubernur Syarkawi membuat jalur distribusi terhambat. Sementara untuk bisa mendistribusikan ke Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan lain-lain harus melewati jalan tersebut,” ujar Drestanto di hadapan mahasiswa yang berunjuk rasa ke kantor PT Pertamina Area Sales Banjarmasin, Rabu (3/3/2021) siang.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak PT Pertamina mendistribusikan LPG menggunakan jalur air, dari jembatan Barito menuju pelabuhan Trisakti dengan menggunakan kapal tongkang. Namun demikian, hal tersebut juga masih belum bisa mengembalikan pola suplai menjadi normal.

Drestanto pun setuju dengan pernyataan dari pihak mahasiswa, terkait LPG 3 Kg hanya untuk orang miskin dan UMKM. Oleh sebab itu, pihak PT Pertamina telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengatasi permasalan tersebut.
Ia juga mengungkapkan untuk perbulannya, pihak PT Pertamina mengeluarkan kurang lebih 2,5 juta tabung. Sementara itu, menurut data orang miskin yang ada di Kalsel, kurang lebih sekitar 315 ribu kepala keluarga (KK).
“Jadi untuk kebutuhan gas bersubsidi khusus orang miskin, LPG yang kita suplai sudah cukup, bahkan lebih dari cukup, untuk kebutuhan orang miskin tiap bulannya,” ungkap Drestanto.
Selanjutnya, Drestanto juga mengatakan, untuk mengatasi jalur distribusi yang salah, PT Pertamina sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintan Provinsi Kalsel dalam melakukan distribusi tertutup atau distribusi terkendali. Di mana dalam distribusi ini pemerintah mengeluarkan kartu kendali yang hanya diberikan kepada masyarakat miskin, agar distribusi LPG 3 Kg bisa sampai ke tangan yang tepat.
Selain itu juga, agar tepat sasaran, PT Pertamina telah melakukan program penukaran tabung LPG dari tabung LPG 3 Kg ke tabung 5,5 Kg untuk masyarakat yang mampu.
“Jadi untuk warga yang tidak berhak menggunakan LPG 3 Kg, kita fasilitasi dengan program penukaran tabung, agar distribusi LPG 3 Kg bisa benar-benar sampai ke tangan berhak mendapatkannya,” tutur Drestanto.
Sayangnya, PT Pertamina masih belum bisa memastikan, kapan distribusi gas bisa kembali normal. Dikarenakan jalur distribusi yang masih terkendala dengan beberapa ruas jalan yang masih rusak.
Terkait masalah pangkalan yang melakukan kenakalan atau kecurangan dalam pendistribusian LPG 3 Kg, Pertamina akan menindak tegas pangkalan tersebut.
“Selama ini sudah ada 32 pangkalan yang kita putus di tahun 2020 dan 3 pangkalan di tahun 2021 yang kita putus. Tidak menutup kemungkinan untuk kedepannya masih ada lagi,” beber Drestanto kepada Kanalkalimantan.com setelah menemui mahasiswa.
Pertamina mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, agar bisa mentaati peraturan yang berlaku dan menggunakan hak sebagaimana mestinya.
(kanalkalimantan.com/tius)
Reporter : tius
Editor : bie
-
Bisnis21 jam yang laluTren Positif Investasi Saham dan Reksa Dana di Kalsel
-
HEADLINE3 hari yang laluSDA Kalsel Dikuras, Kerusakan Lingkungan Diabaikan
-
HEADLINE2 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kabupaten Kapuas23 jam yang laluJelang Hari Raya Pemkab Kapuas Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar
-
Kabupaten Kapuas20 jam yang laluPemkab Kapuas Gelar Rapat Penanganan Sengketa Tanah




