Connect with us

DPRD KOTABARU

Pelajari Penangkaran Melati, Ketua DPRD Kotabaru Kunjungi Distan Kabupaten Banjar

Diterbitkan

pada

Kunjungan Ketua DPRD Kotabaru, Suwanti ke Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar, Kamis (2/10/2025) siang. Foto: Info Publik

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Bertujuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan di bidang pertanian, dengan fokus pengembangan potensi sumberdaya bunga hias di Kabupaten Banjar, Ketua DPRD Kotabaru, Suwanti melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar, Kamis (2/10/2025) siang.

Kunjungan ketua DPRD Kotabaru itu disambut langsung oleh Kasi Pengembangan SDH Ied Eka Norbiansyah, Kasi Pengembangan Sarana Peternakan Lily Marlina dan Kepala UPTD Balai Benih TPH Jumiadi.

Ketua DPRD Kotabaru, Suwanti mengungkapkan rasa senangnya atas sambutan hangat yang diberikan.

“Kedatang kami bermaksud untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan di bidang pertanian, dengan fokus pengembangan potensi sumberdaya bunga hias di Kabupaten Banjar,” ujar dia.

Baca juga: Lelaki Akhiri Hidup Diduga Tak Tahan Derita Penyakit

Suwanti mengaku tidak menyangka bahwa tanaman melati justru telah dikembangkan dengan baik di Kabupaten Banjar.

Kekaguman ini ia bandingkan dengan kondisi di Kotabaru, di mana pasokan melati masih seringkali belum mencukupi untuk memenuhi berbagai kebutuhan hajatan masyarakat, seperti untuk pernikahan, peringatan maulid, dan hajatan tradisional lainnya.

“Hal ini mengindikasikan adanya peluang dan potensi pengembangan yang masih dapat digali untuk komoditas bunga tersebut di wilayah Kotabaru,” tutur dia.

Suwanti berinisiatif mengajak para petani, khususnya ibu-ibu perias di Kotabaru, untuk mempelajari secara langsung seluk-beluk budidaya melati di sentra penangkarannya di Kabupaten Banjar.

Baca juga: Diduga Sakit, Lelaki Tak Bernyawa dalam Kamar Hotel di Banjarbaru

Menurut dia, belajar ke tempat penangkaran akan memberikan pemahaman yang lebih jelas dan menyeluruh, mulai dari teknik menanam, merawat, hingga tahap finishing atau merangkai bunga melati untuk meningkatkan nilai ekonominya.

Langkah praktis ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan pasokan melati lokal sekaligus memberdayakan petani perempuan setempat.

Sementara itu Lily Marlina dan Ied Eka Norbiansyah memaparkan bahwa komoditas melati unggulan di Kabupaten Banjar, yang dikenal dengan sebutan “Melati Banjar Batuah”, telah memperoleh sertifikasi resmi.

Sertifikasi ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan legalitas dan mengukuhkan statusnya sebagai warisan komoditas khas daerah.

Baca juga: Diduga Sakit, Lelaki Tak Bernyawa dalam Kamar Hotel di Banjarbaru

“Dengan keunggulan aromanya yang khas dan sangat harum, legalitas tersebut diharapkan dapat melindungi dan meningkatkan nilai ekonomis di pasar yang lebih luas,” jelas dia.

Kepala UPTD Balai Benih, Jumiadi menambahkan mengenai teknik kultur jaringan yang mereka kembangkan.

“Untuk tanaman pisang, kami melakukan tujuh tahap pembelahan dengan jarak satu bulan setiap pembelahan,” terangnya.

Pada kesempatan ini Ketua DPRD Kotabaru berkesempatan mengunjungi langsung Laboratorium UPTD Balai Benih untuk melihat lebih dekat proses pembelahan bibit.

Baca juga: Buka Orientasi PPPK Angkatan I – XVI, Ini Pesan Bupati HSU 

Kunjungan diakhiri dengan melihat Shade House, di mana mereka bisa menyaksikan bibit pisang kepok dan pisang talas hasil pembelahan dari laboratorium. (kanalkalimantan.com/infopublik)

Editor: Dhani


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca