Kesehatan
Pascalibur Lebaran Terasa Sepi? Anda Alami Post Holiday Blues
KANALKALIMANTAN.COM – Libur Lebaran 2026 sebentar lagi akan selesai. Momen kebersamaan, perjalanan, dan waktu santai kini tinggal kenangan. Namun, setelah semua kegembiraan itu mereda, banyak orang justru merasakan hal yang berbeda, perasaan kosong, malas, bahkan sedih tanpa alasan yang jelas.
Kondisi ini bukan sekadar rasa malas biasa. Dalam dunia psikologi, fenomena tersebut dikenal sebagai post holiday blues, yaitu kondisi emosional yang muncul setelah masa liburan berakhir dan seseorang harus kembali ke rutinitas harian.
Post holiday blues bukan tanda kelemahan. Sebaliknya, ini merupakan respons alami otak terhadap perubahan suasana yang terjadi secara cepat dan drastis. Selama liburan, otak mengalami lonjakan hormon seperti dopamin dan oksitosin.
Baca juga: Uang Pensiun DPR RI Resmi Dicabut MK
Hormon ini meningkat ketika seseorang menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat, menikmati makanan, serta terbebas dari tekanan pekerjaan. Ketika liburan berakhir, sumber kebahagiaan tersebut tiba-tiba berkurang.
Produksi hormon pun menurun drastis, sehingga memicu perasaan hampa yang muncul secara mendadak. Selain itu, perubahan rutinitas yang tiba-tiba, ekspektasi liburan yang tidak sepenuhnya terpenuhi, serta stres menghadapi pekerjaan yang menumpuk turut memperparah kondisi ini.
Gejala post holiday blues umumnya meliputi perasaan muram tanpa sebab jelas, kehilangan motivasi, kesulitan berkonsentrasi, gangguan pola tidur, perubahan nafsu makan, hingga kelelahan fisik yang berkepanjangan meski sudah beristirahat.
Kelompok yang Paling Rentan Mengalami Post Holiday Blues
Tidak semua orang merasakan kondisi ini dengan intensitas yang sama. Mereka yang memiliki beban kerja tinggi, tekanan hidup besar, atau merasa kurang puas dengan kualitas liburan cenderung lebih rentan mengalami post holiday blues.
Baca juga: Halalbihalal di Kediaman Dinas, Ini Harapan Wabup Banjar
Perantau menjadi salah satu kelompok yang paling sering merasakan kondisi ini. Setelah menikmati waktu bersama keluarga, mereka harus kembali menjalani kehidupan sehari-hari di tempat yang jauh dari rumah. Perasaan kehilangan dan kesepian menjadi hal yang wajar dalam situasi tersebut.
Ada pula dimensi emosional yang jarang disadari. Bagi individu yang sedang berduka atau baru kehilangan orang terdekat, suasana liburan yang identik dengan kebersamaan justru dapat memperbesar rasa sepi. Momen yang seharusnya penuh kebahagiaan justru menyisakan ruang kosong yang lebih dalam.
Cara Menghadapi Post Holiday Blues dengan Lebih Sehat
Menghadapi post holiday blues tidak perlu dilakukan dengan tekanan atau paksaan. Pendekatan terbaik adalah dengan bersikap lebih lembut pada diri sendiri dan memberi waktu untuk beradaptasi kembali ke rutinitas.
Menerima perasaan yang muncul menjadi langkah awal yang penting. Mengakui rasa sedih atau cemas setelah liburan adalah hal yang wajar dapat membantu proses adaptasi berjalan lebih sehat tanpa menyalahkan diri sendiri.
Baca juga: Mutilasi Samarinda Terpotong Tujuh Bagian, Direncanakan Sejak Januari
Memulai aktivitas secara perlahan juga menjadi kunci. Tidak perlu langsung kembali ke ritme kerja penuh di hari pertama. Menyusun daftar tugas sederhana dan menyelesaikannya secara bertahap dapat membantu membangun kembali produktivitas.
Perbaikan pola tidur dan pola makan juga berperan besar. Setelah liburan, jadwal tidur sering kali berubah. Mengembalikannya ke pola yang teratur serta memperbanyak konsumsi makanan bergizi, seperti sayur dan buah, dapat membantu menstabilkan suasana hati.
Aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki selama 20 hingga 30 menit setiap hari terbukti membantu tubuh melepaskan hormon endorfin dan serotonin yang dapat meningkatkan mood.
Menjaga koneksi dengan keluarga juga penting, terutama bagi perantau. Komunikasi sederhana melalui panggilan video dapat memberikan rasa aman secara emosional dan mengurangi perasaan kesepian.
Baca juga: Bupati Banjar Gelar Open House di Mahligai Sultan Adam
Selain itu, mengingat kembali momen menyenangkan selama liburan dapat membantu memperpanjang efek positif yang sudah dirasakan. Berbagi cerita dengan orang terdekat juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi perasaan hampa.
Membuat rencana kecil ke depan juga dapat membantu. Salah satu penyebab post holiday blues adalah hilangnya sesuatu yang dinantikan. Dengan merencanakan kegiatan sederhana seperti berkumpul bersama teman atau liburan singkat di akhir pekan, seseorang dapat kembali memiliki hal yang ditunggu.
Pada umumnya, post holiday blues hanya berlangsung sementara dan akan mereda seiring waktu ketika seseorang mulai kembali beradaptasi dengan rutinitas.
Baca juga: Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat Bupati dan Wakil Bupati HSU Gelar Open House
Namun, jika perasaan sedih, cemas, atau hampa berlangsung lebih dari dua minggu dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental profesional menjadi langkah yang disarankan. Memahami post holiday blues adalah bagian dari proses adaptasi dapat membantu seseorang menghadapinya dengan lebih tenang. (Kanalkalimantan.com/Beritasatu)
Editor: kk
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluBupati Banjar Gelar Open House di Mahligai Sultan Adam
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati dan Wabup HSU Salat Ied di Masjid At Taqwa Amuntai
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluJalin Silaturahmi dengan Masyarakat Bupati dan Wakil Bupati HSU Gelar Open House
-
HEADLINE1 hari yang laluMutilasi Samarinda Terpotong Tujuh Bagian, Direncanakan Sejak Januari
-
HEADLINE10 jam yang laluUang Pensiun DPR RI Resmi Dicabut MK
-
Kabupaten Banjar24 jam yang laluHalalbihalal di Kediaman Dinas, Ini Harapan Wabup Banjar





