Pendidikan
Mesin Pencacah Plastik Jadi BBM Karya SMKN 5 Banjarmasin
BANJARMASIN, Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel dorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus berinovasi sehingga dapat memberi dampak positif bagi masyarakat.
Seperti yang dilakukan SMKN 5 Banjarmasin yaitu salah satunya dengan membuat mesin pengolah sampah plastik kresek menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan H Yusuf Effendi saat launching mesin pencacah plastik, kompor briket serbuk kayu dan mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM, serta peresmian Center of Excellence instalasi listrik, Kamis (28/2).
“Apa yang telah dilakukan SMKN 5 Banjarmasin ini kiranya dapat diikuti SMK-SMK lainnya di Kalsel. Kita berharap inovasi dan kreativitas dapat tersebar ke seluruh wilayah di Kalsel, dan yang paling penting adalah masyarakat dapat memanfaatkan inovasi tersebut dengan baik,†ucapnya.
Menurut Kadisdik Kalsel, hasil karya guru dan siswa SMKN 5 ini, menunjukkan kecerdasan, inovasi dari anak-anak Banua. Dengan hasil karya ini, membuktikan generasi sekarang adalah generasi yang cerdas, inovatif, dan berdaya saing.
Seperti mesin pengubah sampah plastik menjadi BBM, tidak banyak atau bahkan tidak ada orang yang berpikir bahwa sampah plastik dapat kembali diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Ini sangat penting dan patut untuk dikembangkan. Karena sebagaimana kita ketahui, sampah plastik sangat tidak baik terhadap lingkungan. Sebagain daerah di Kalsel, yaitu kota Banjarmasin dan kota Banjarbaru membuat kebijakan untuk mengurangi sampah plastik,†kata Yusuf Effendi.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 5 Banjarmasin, Syahrir mengatakan, inovasi ini berdasarkan Instruksi Presiden No 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.
“Kami membantu pemerintah daerah dalam mengurangi sampah plastik, plastik memerlukan waktu yang lama untuk terurai, untuk itu kami membuat mesin sederhana yang bisa mengubah sampah plastik kresek menjadi BBM seperti premium, minyak tanah dan solar,†ucapnya.
Dirinya mengatakan, sebanyak 10 kg plastik kresek apabila diproses melalui pembakaran yang sempurna maka akan didapatkan 1 liter premium, 1,5 liter minyak tanah dan 6 liter solar.
Menurutnya, mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM ini dapat membantu masyarakat untuk lebih mudah mendapatkan BBM. “Kita mengetahui saat ini masyarakat sulit mendapatkan BBM sehingga dengan adanya alat ini dapat menjawab sebagaian keresahan masyarakat,†katanya.
Ia berharap inovasi-inovasi yang sudah dilakukan pada saat ini mendapat dukungan lebih dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Kota.
“Jika ada instruksi dari Gubernur untuk di setiap kabupaten/kota ada produk kita ini, maka akan kita buatkan, secara otomatis itu dukungan dan berkembangnya produk kita,†pungkasnya. (rico)
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari
-
Bisnis2 hari yang laluTren Positif Investasi Saham dan Reksa Dana di Kalsel
-
HEADLINE3 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemkab Kapuas Gelar Rapat Penanganan Sengketa Tanah
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluJelang Hari Raya Pemkab Kapuas Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan
-
Kabupaten Balangan1 hari yang laluBNNK Balangan Tes Urine Para Sopir Angkutan Lebaran, Dua Didapati Positif
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Wiyatno Tinjau Jalan Rusak di Kapuas Kuala dan Bataguh




