Pendidikan
Membahas Isu Kesehatan Mental Anak Remaja dalam Dialog Kebijakan #1
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Basakalimantan Wiki dan Dewan Pemuda Kalimantan hadir membersamai puluhan peserta menyuarakan isu kesehatan mental yang menjadi salah satu permasalahan penting di Banua.
Kegiatan bertajuk Dialog Kebijakan #1 “Kesehatan Mental” berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (25/11/2025) siang.
Ada 60 peserta terlibat menghadirkan pemangku kebijakan berkolaborasi dengan generasi muda di Kalsel yang peduli dengan isu kesehatan mental.
Ide yang menginspirasi peran aktif generasi muda ini kemudian akan dituangkan melalui Policy Brief atau isu kebijakan.
Baca juga: Kolaborasi PKM ULM – Polihasnur Tingkatkan Mutu Strategi Pemasaran Produk Olahan KWT Putri Idaman

Raisa Mautia Rahma, salah satu peserta sekaligus perwakilan Dewan Pemuda Kalimantan. Foto : wanda
Raisa Mautia Rahma, bersama kelompoknya membuat gagasan program bernama Baingkutan akronim dari Bahagia Anak Disayang Kuitan.
Gagasan itu muncul, sebut Raisa, saat kelompok mereka membahas isu kesehatan mental kemudian dikerucutkan untuk mengetahui akar masalah yang terjadi.
“Isu kesehatan mental ini kami kerucutkan, tentang apa sih akar permasalahan dan kami temukan dalam pembahasan kelompok, hal tersebut berakar dari lingkungan keluarga,” ujar salah satu peserta sekaligus perwakilan Dewan Pemuda Kalimantan.
“Akar masalah dari lingkungan keluarga itu bisa terkait orangtua, maka kami memikirkan program yang kiranya cocok untuk diangkat, hingga akhirnya mengangkat nama program Baingkutan yaitu Bahagia Anak Disayang Kuitan,” katanya.
Dari ide program yang digagas, ia bersama kelompok kecil mengusulkan ada sosialisasi kepada orangtua anak di sekolah.
“Kami mengusulkan sosialisasi tentang parenting, kesehatan mental anak, berjumpa dengan anak, setelah itu orangtua bisa ditugaskan. Misalkan diberi buku sambung, jadi orangtua di rumah mencatat apa saja kegiatan anak, lalu dilaporkan ke sekolah atau dimonitoring saat 6 bulan sekali atau saat bagi rapor,” jelas dia.
Baca juga: KMP Landasan Ulin Timur Siap Suplai Bahan Pangan ke MBG

Program Baingkutan diakuinya menjadi ide gagasan yang sangat ingin dicapai bersama kelompoknya. Mengingat tak sedikit anak remaja khususnya di Banjarbaru yang mengalami permasalahan berakar dari kesehatan mental.
“Sehingga jangan cuma Gen Z atau generasi sekarang saja yang peduli dengan kesehatan mental. Harusnya juga dari orangtua, keluarga besar juga harus peduli dan mendukung terkait bagaimana kesehatan mental Anak-anak, ” harap Raisa.
Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banjarbaru, Rizana Mirza, mewakili Wali Kota Banjarbaru saat membuka kegiatan menaruh pesan agar seluruh masyarakat lintas generasi mendukung langkah serta memberikan kepedulian pada isu kesehatan mental
“Saya sampaikan pesan Wali Kota Erna Lisa Halaby beliau mengharapkan dan sangat mendukung langkah-langkah kegiatan ini, terutama untuk kesehatan mental pemuda sekarang ini,” ujar Rizana Mirza.
Generasi saat ini tengah disiapkan untuk menjadi Generasi Emas 2045, dan isu kesehatan mental menjadi sangat penting untuk digaungkan mendukung tujuan tersebut.
“Maka kita jalin dan jaga peran serta pemuda dalam mengisi pembangunan di Banjarbaru terlebih Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalimantan Selatan,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluRencana Jembatan Barito II, Pemprov Kalsel Ikut Menyusun DED
-
Pendidikan2 hari yang laluCara Cek NISN PIP 2026 agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
HEADLINE1 hari yang laluFasum Lapangan Basket Berbayar, Begini Penjelasan Kadisbudporapar Banjarmasin
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluNol Kilometer Lokasi Pasar Wadai Ramadan Banjarmasin
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluPerumusan Kajian Aspek Kualitas Hidup Masyarakat Banjarmasin
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluBupati Kapuas Dampingi Wakapolda Kalteng ke Polres Kapuas



