Connect with us

HEADLINE

Masih Hilang di Tanah Suci, Siti Latifah Jemaah Haji Banjarbaru Pulang Tak Bersama Ayah

Diterbitkan

pada

Proses kepulangan jemaah haji Debarkasi Banjarmasin yang tergabung dalam Kloter-7 BDJ di Asrama Haji Banjarmasin di Banjarbaru, Kamis (26/6/2025) malam. Foto : wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sebanyak 421 orang jemaah haji Kalimantan Selatan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 Debarkasi Banjarmasin mendarat di Tanah Air, Kamis (17/5/2025) malam.

Kloter 7 BDJ ini merupakan gabungan jemaah asal Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Balangan.

Sebelumnya total ada 423 orang jemaah termasuk petugas haji berangkat melalui Embarkasi Banjarmasin. Namun, jumlah jemaah haji Kloter 7 pada kepulangan berkurang menurut data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin.

Berdasarkan data dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, tercatat total ada 423 orang berangkat di Kloter 7 BDJ, dengan rincian 413 jemaah haji dan sisanya adalah petugas haji.

Baca juga: Kabupaten Banjar Juara Umum Tiga Kali Berturut-turut, MTQN XXXVI Kalsel Ditutup

Sedangkan yang kembali saat ini berjumlah 421 orang jemaah haji, Tanazul (pemulangan lebih awal) sebanyak 8 orang, dirawat 1 orang dan satu orang atas nama Hasbullah Ihsan masih dalam tahap pencarian.

Adapun salah seorang jemaah haji bernama Hasbullah Ihsan (72) tahun asal Kota Banjarbaru sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi.

Pada kepulangan Kloter 7 ini pun Siti Latifah, yang merupakan anak dari Hasbullah kembali ke Tanah Air seorang diri karena ayahnya belum juga ditemukan.

Kepala Kemenag Kota Banjarbaru H Mukhlis Ridhani. Foto: wanda

Baca juga: Turun Naik Harga “Si Pedas” di Kalsel, Ini Penyebabnya

“Ayah saya belum ditemukan masih dalam tahap pencarian, kalau penyakit memang ada dimensia sudah diderita setahunan lebih,” ujar Siti Latifah saat diwawancarai di Asrama Haji Banjarmasin, di Banjarbaru, Kamis (26/6/2025) malam.

Laporan kehilangan ini pun telah masuk dan diteruskan ke Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, di mana Hasbullah terakhir kali terlihat CCTV sekitar pukul 03.00 WAS dini hari meninggalkan hotel.

“Hilangnya pada pada saat jam 3 an soalnya kan pada tidur semua terus sidinnya itu keluar kamar sendiri bisa buka pintu,” ungkapnya.

Siti Latifah menceritakan keberadana ayahnya terlihat terakhir kali di CCTV hotel berdurasi 12 menit. Ayahnya terlihat bertemu dengan orang tak dikenal.

Baca juga: Pohon Trambesi di Panglima Batur Timur Tumbang Timpa Mobil HRV

“Karena orangnya gak tau ayah saya lunya riwayat dimensia, di anter ke lobby di tinggal di lobby. Lalu pintu lobby itu bsia terbuka kan kalau ada orang jalan, nah beliau keluar, entah ke masjid atau kemana,” jelas Siti Latifah.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru H Mukhlis Ridhani mengatakan khusus jemaah haji Banjarbaru dirincikan ada 163 orang termasuk dua orang petugas Kloter telah sampai ke Tanah Air.

“Tersisa satu yang masih dalam proses penemuan, dan satu orang masih dirawat di salah satu Rumah Sakit di Arab Saudi,” ungkap Kepala Kemenag Kota Banjarbaru H Mukhlis Ridhani.

Mukhlis menjelaskan saat ini Tim PPIH Arab saudi berdama Konsulat jenderal Republik Indonesia tengah melakukan proses pencarian atas nama Hasbullah tersebut.

Baca juga: Sumitomo Forestry-Pemdes Tumbang Mangkutup Kerjasama Program Restorasi dan Pengelolaan Ekosistem Gambut

“Insyaallah nanti beliau ditemukan oleh Tim PPIH Arab Saudi, kita mendoakan beliau bisa kembali ditemukan dan pulang ke tanah air,” imbuhnya.

“Saat ini PPIH Arab Suadi bekerja ikut mencari, selain itu juga laporannya sudah sampai di Konsulat jenderal Republik Indonesia,” tambah dia.

Apabila Hasbullah belum juga ditemukan usai masa haji selesai maka pencarian sepenuhnya akan dilanjutkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia, dan juga informasi sepenuhnya dipegang oleh mereka.

“Mereka sama sama melakukan pencarian, kalau nanti selesai operasional PPIH selesai, maka pencarian akan diteruskan oleh Konsulat jenderal Republik Indonesia, tetap dipulangkan ke Indonesia,” jelas Mukhlis.

Baca juga: Konsultasi Publik Rencana Proyek Restorasi dan Pengelolaan Ekosistem Gambut di Kalteng

Di samping itu ada pula satu jemaah haji asal Banjarbaru yang tengah dirawat di Arab Saudi.

Mukhlis menjelaskan kondisi jemaah haji tersebut telah mengalami pemulihan, apabila telah mememuni standar kesehatan untuk bisa layak terbang maka satu jemaah ini akan diterbangkan ke Tanah Air dalam Kloter di belakangnya.

“Setelah ini jemaah haji Banjarbaru juga ada di Kloter 13 yang jumlahnya ada 33 orang, saat ini terpantau baik aman. Mudah mudahan bisa kembali ke tanah air seperti jumlah semula,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca