HEADLINE
Mardian Cs Kecewa BPJN Kalsel Tak Gubris Tuntutan Dampak Ekonomi
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tuntutan penyelesaian dampak ekonomi buntut proyek pembangunan Jembatan Sei Ulin A Yani Km 31,5 Banjarbaru tak hasil bahkan membuat belasan warga kecewa.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (19/8/2025) siang, belum membuat pemilik proyek yakni Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan (BPJN Kalsel) buka suara untuk menyelesaikan imbas yang dirasakan warga.
Mardian, wakil warga terdampak mengungkap, dari banyaknya pertemuan yang sebelumnya telah dilakukan, hingga akhirnya dibawa ke gedung DPRD Banjarbaru belum membuat BPJN Kalsel beri jawaban.
Baca juga: RDP Bahas Jembatan Km 31,5 Banjarbaru, BPJN Kalsel Tak Menjawab Tuntutan Warga

“Kita berbangga hati karena DPRD mau melakukan mediasi dan mau memperjuangkan warga yang terdampak dari sisi ekonomi, namun yang kami sayangkan pada saat rapat tadi, dari pihak BPJN sama sekali lagi-lagi tidak ada memberikan jawaban,” ujar Mardian, saat diwawancarai usai RDP di gedung DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (19/8/2025) siang.
Dalam rapat, kata Mardian, pihak BPJN Kalsel mengaku tidak menyediakan anggaran untuk menyelesaikan dampak ekonomi yang dirasakan Mardian Cs.
Dia menampik warga tidak meminta yang muluk-muluk, dan tidak menuntut yang macam-macam.
Baca juga: Saidi Mansyur Kukuhkan Pengurus Dekranasda Banjar Masa Bakti 2025–2030
“Ya paling tidak memberikan kegembiraan lah kepada masyarakat yang terdampak, karena bahkan mereka menyatakan dari BPJN tidak ada anggaran untuk masalah dampak terhadap pembangunan jembatan ini,” ungkapnya.
Wakil warga ini meminta paling tidak ada perhatian maupun empati yang diberikan pemilik proyek kepada warga terdampak ekonomi.
“Namun dengan adanya respon dari DPRD Kota Banjarbaru paling tidak ada harapan, mudah-mudahan beliau-beliau bisa memperjuangkan kami,” imbuh Mardian.
Baca juga: Dinkes Banjarbaru Imbau Warga Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas
Masih kata Mardian, setidaknya ada 17 orang warga terdampak. Dari belasan itu terbagi ada yang terdampak total dan ada yang terdampak hanya dari sisi penghasilan.
“Yang betul-betul terdampak itu ada dua sebenarnya, pertama toko sembako kedua toko karpet, karena begitu proyek dilakukan, maka kedua toko langsung tutup total, tidak ada sama sekali penghasilan. Ada yang hanya terdampak dari sisi lain, tetapi masih ada penghasilan,” jelas Mardian.
Hal ini lah yang menjadi permintaan warga terdampak pembangunan Jembatan Sei Ulin kepada pemilik pekerjaan fi jakan nasional itu. Mereka pun mengaku tidak ingin menghambat pekerjaan pembangunan ini.
“Apakah ada perhatiannya apakah ada rasa empatinya, namun sekali lagi tidak ada jawaban,” tegasnya menutup. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Kalimantan Selatan18 jam yang laluAnjangsana Pemprov Kalsel, Rudy Ariffin Dukung Keberlanjutan Pembangunan
-
PTAM INTAN BANJAR1 hari yang laluKarhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Ancam Pipa Distribusi Utama, PTAM Intan Banjar Lakukan Pemadaman
-
HEADLINE3 hari yang laluKebakaran di Kawasan Tahura Sultan Adam Berhasil Dipadamkan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Lisa Melepas Kontingen Banjarbaru ke Jamnas Pramuka XII 2026
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluLapuk Atap Bocor, Renovasi TPA Darul Falah Dibantu Wali Kota Banjarbaru
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluPuluhan Personel Satpol PP Dikerahkan Jaga Keamanan Banjar Berselawat


