HEADLINE
Lima Remaja Asal Kalsel Terjebak Prostitusi Online di Kabupaten Paser, Dikelola Muncikari Via Aplikasi
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Lima remaja wanita asal Kalimantan Selatan menjadi korban eksploitasi seksual berkedok protitusi online. Mereka dijebak dalam bisnis terselubung itu saat tengah berlibur ke Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Juli lalu.
Adapun kelima remaja ini berasal dari sejumlah daerah di provinsi Kalimantan Selatan. Ada yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kabupaten Tanah Laut, dan ada pula yang dari Kota Banjarmasin.
Mirisnya, beberapa dari mereka masih usia di bawah umur yakni 14 tahun. Sedangkan, usia tertua di antara kelima wanita tersebut ialah 19 tahun dan mirisnya dalam kondisi hamil.
Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Paser, Puji Widyastanti, mengungkapkan bahwa kelima wanita tersebut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh petugas berwajib. Kala itu, mereka berlima ditemukan di salah satu guest house di Kabupaten Paser.

“Saat dilakukan OTT mereka berlima hanyalah korban dan dijadikan saksi saat persidangan. Tersangka dalam kasus ini ialah seorang mucikari yang juga merupakan warga Kalimantan Selatan,” katanya.
Dijelaskan Puji, kelima wanita tersebut awalnya tidak saling mengenal. Mereka mulai tahu satu sama lain, tatkala menggunakan layanan aplikasi Mi Chat. Dari situ juga para korban mengenal tersangka mucikari hingga memutuskan berlibur bersama ke Kabupaten Paser.
“Mereka berlima izin ke orang tua, mau berlibur jalan-jalan ke Kabupaten Paser. Memang sebenarnya tidak saling kenal. Dari layanan Mi Chat itu mereka kenalnya, seperti ada group khusus gitu. Saya kurang tahu rincinya, karena itu tugas penyidik. Tapi seperti itulah intinya,” tutur Puji.
Beberapa bulan setelah dijadikan saksi dalam proses persidangan, kini kelima wanita tersebut akhirnya dipulangkan kembali ke Kalimantan Selatan. Dalam hal ini, Dinsos Kabupaten Paser secara langsung mengantarkan kelima remaja tersebut ke Dinsos Provinsi Kalsel, untuk selanjutnya dilakukan pembinaan dan rehabilitasi.
Sementara itu, diakui Kepala Dinsos Provinsi Kalsel, Siti Nuriyani untuk beberapa waktu kedepan, lima remaja tersebut akan dititipkan ke SD Melati untuk dibina. Di situ mereka akan diberikan kegiatan-kegiatan positif sebagai penyemangat dan penambah pengetahuan.
“Di sana juga ada ustadz. Jadi mereka juga bisa ikut pengajian, sholat berjamaah, dan diharapkan membekali mereka untuk bisa lebih baik lagi,” terangnya.
Pembinaan di SD Melati itu, kata Siti, hanya bersifat sementara saja. Rencananya, jika lima remaja wanita ini ingin diikutkan dalam program rehabilitasi sosial di panti, maka Dinsos kabupaten/kota harus mengusulkan tahun mendatang.
“Nanti dari Dinsos kabupaten/kota sesuai tempat tinggal kelima remaja ini, bisa mengusulkan ke kita untuk melakukan rehabilitasi. Di panti itu rehabilitasinya selama 6 bulan. Mereka yang putus sekolah juga bisa kita upayakan untuk lanjut sekolahnya,” lugas Kepala Dinsos Provinsi Kalsel. (kanalkalimantan.com/rico)
Editor : Bie
-
HEADLINE3 hari yang laluCemari Lingkungan, Komisi III DPRD Banjarbaru Cek SPPG ‘Merah’
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluUpayakan Penanganan Banjir di Banua, Pemprov Kalsel Gelar Rakor
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluUpayakan Kawasan Kubah yang Rapi dan Tertata, Pemkab Banjar Berdialog dengan Puluhan Pedagang
-
Kota Banjarmasin1 hari yang laluBapokting Naik, Wakil Wali Kota Ananda: Jangan Sampai Panic Buying!
-
Pemprov Kalsel2 hari yang laluGubernur Muhidin Ingatkan Dana Transfer Pusat Dimanfaatkan Optimal
-
DPRD KAPUAS3 hari yang laluDPRD Kapuas Sampaikan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna


