Kota Banjarbaru
Layaknya Intel, Tugas Relawan Satgas Narkoba SMPN 4 Banjarbaru
BANJARBARU, Upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dilakukan SMPN 4 Banjarbaru dengan membentuk Satgas beranggotakan guru BP dan beberapa siswa.
Kepala Sekolah SMPN 4 Banjarbaru Bahrudin mengatakan, dalam pembentukan Satgas itu pihaknya merahasiakan murid-murid yang dijadikan sebagai relawan dalam Satgas. Tujuan dilindunginya murid-murid tersebut untuk menghindari terjadinya benturan dengan anak yang terindikasi menjadi pengguna narkoba.
“Aktivitas mereka seperti intel yang bertugas untuk memantau aktivitas gerak gerik kawannya yang terindikasi menjadi pengguna narkoba, katanya kepada Kanal Kalimantan, Rabu (7/3).
Bahrudin menambahkan, jika satgas ini menemukan adanya teman-teman mereka yang terindikasi menggunakan narkoba, mereka akan langsung mengkoordinasikan dengan pihak sekolah. Selanjutnya pihak sekolah akan ikut memantau aktivitas anak yang terindikasi menggunakan narkoba.
“Begitu ada temuan, fakta tertentu kita adakan dialog. Selanjutnya, dipanggil orang tua untuk dialog dengan menghadirkan fakta dan saksi,†ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya masih mengacu pada Perda jika menemukan anak yang terindikasi menggunakan narkoba untuk tidak serta merta dikeluarkan dari sekolah. “Tapi kami juga punya kewajiban untuk melindungi murid-murid yang lain agar tidak terkena virus menggunakan narkoba dan hal ini yang menjadi prioritas,†tegasnya.
Bahrudin menyampaikan, akan melakukan tindakan pembinaan bagi anak yang terbukti menggunakan narkoba dengan cara melakukan koordinasi kepada orang tua si anak tadi. Jika orang tuanya sepakat, pihak sekolah akan memberikan rekomendasi BNN untuk tahap pembinaan dan rehabilitasi. “Jika tahap pembinaan tidak membuahkan hasil maka kemungkinan anak akan dikeluarkan, namun kami akan tetap berusaha untuk melakukan pembinaan demi masa depan si anak tersebut,†ujarnya lagi.
Selain membentuk satgas, SMPN 4 Banjarbaru juga melakukan program pendidikan karakter dengan mengacu pada 5 program yakni religius, berakhlak mulia, nasionalis atau cinta tanah air, cinta lingkungan hidup, kemandirian atau kewirausahaan.
Bahrudin menyampaikan, di SMPN 4 pendekatan agamis lebih diprioritaskan berupa pendidikan akhlak dan religi. “Dalam melaksanakan pendidikan karakter ini berbasis sekolah, orang tua dan kelas,†tutupnya. (abdullah)
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari
-
HEADLINE2 hari yang laluApril – Mei Wilayah Kalsel Memasuki Kemarau, Karakteristik Lebih Kering
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluPelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu, Wali Kota Lisa Bersama Camat Lurah Bertemu Menteri LH RI
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluTambal Sulam Titian Kayu Murung Selong Banjarmasin
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluWarga Babirik Ramaikan Jalan Sehat dan Senam Bersama Sambut Hari Jadi ke-74 HSU
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluTanpa Sayembara, Ini Logo Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluIbu Kota Kalsel Catat 207 Ribu Pemilih Hasil PDPB 2026





