Connect with us

HEADLINE

Ketua DPRD Kalsel: Cabut Penetapan Taman Nasional Meratus 

Diterbitkan

pada

Demontrasi mahasiswa saat menduduki gedung DPRD Kalsel, Rabu (26/11/2025) siang. Foto: fahmi 

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Penolakan penetapan Taman Nasional Meratus menjadi salah satu tuntutan yang diperjuangkan mahasiswa dalam unjuk rasa di gedung DPRD Kalsel, Rabu (26/11/2025).

Dari 6 poin tuntutan mahasiswa, isu penolakan Taman Nasional Meratus berada di urutan kedua yang berbunyi “Menuntut pembatalan terhadap penetapan Taman Nasional Meratus yang mengancam ruang hidup masyarakat adat dan dilakukan tanpa kajian sosial lingkungan yang memadai”.

Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK secara terang-terangan menyatakan sikap ikut menolak penetapan Taman Nasional Meratus.

Baca juga: Unjuk Rasa di Rumah Banjar: Tolak Taman Nasional Meratus!

Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK. Foto: fahmi

“Saya Ketua DPRD Kalsel mendesak dan menuntut Gubernur Kalsel untuk menarik rekomendasi pengusulan dan penetapan Taman Nasional Meratus yang dibuktikan penandatanganan nota kesepahaman yang dikeluarkan oleh DPRD Kalsel,” jelasnya.

Pernyataan itu pun disambut meriah oleh mahasiswa yang ada di Rumah Banjar -sebutan gedung DPRD Kalsel- saat unjuk rasa berlangsung.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Yazid Arifani mengatakan, tuntutan terkait penolakan Taman Nasional Meratus ini sudah disuarakan sejak Agustus lalu, saat pihaknya membersamai masyarakat adat berunjuk rasa di kantor Gubernur Kalsel.

Baca juga: Dua Jembatan di Jalan Lingkar Banjarbaru – Batulicin Ambles, PUPR Kalsel Langsung Lakukan Perbaikan

Tuntutan menurutnya dilatarbelakangi surat rekomendasi Gubernur Kalsel tentang penetapan Taman Nasional Meratus.

“Hal ini harus kita tentang karena banyak yang kita takutkan terkait Taman Nasional Meratus tersebut,” tegas Yazid.

Oleh sebab itulah kawan-kawan mahasiswa meminta Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK untuk menyatakan sikap menolak rekomendasi penetapan Taman Nasional Meratus.

“Jadi Ketua DPRD Kalsel menyampaikan ke Gubernur Kalsel agar kiranya menarik daripada surat rekomendasi tersebut karena dampaknya sangat besar,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca