Connect with us

HEADLINE

Kabel Semerawut Tak Juga Diurus, Warga Lelah Mengadu!

Diterbitkan

pada

Spanduk protes dan keresahan akan kondisi kabel semerawut di Jalan Ahmad Yani Km 31,5 Kota Banjarbaru di Jembatan Sei Ulin, Senin (22/10/2025). Foto : wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Spanduk protes warga membentang di pinggir Jalan Ahmad Yani Kilometer 31,5 atau kawasan Jembatan Sei Ulin, Banjarbaru, yang baru saja dibuka setelah diperbaiki.

Spanduk keresahan tersebut bertuliskan “Tanggung Jawab Siapa? Rakyat Sudah Lelah Mengadu!!!” dengan memuat sejumlah gambar animasi yang mengisyaratkan bahaya tersetrum kabel.

Keresahan warga ini pun buntut tak ada realisasi pembenahan kabel-kabel jaringan internet sejumlah provider yang semerawut oleh pemilik.

Baca juga: Masih Buron, Kejagung Bantu KPK Buru Kasi Datun Kejari HSU

Gatot, salah satu warga yang terdampak menjelaskan, kondisi kabel sewerawut ini sudah sangat membahayakan karena menjuntai dan dapat disentuh.

“Kalau kabel ini memang kita naik kendaraan saking rendahnya, leher sangkut. Lalu ada yang agak tinggi, jadi saya ikat jadi satu, jadi agak mendingan lah, kita bisa lalu lalang,” ujar Gatot, warga terdampak kabel menjuntai di kawasan Jembatan Sei Ulin Banjarbaru, Senin (22/12/2025).

Terkait juntaian kabel itu pula warga sudah mengadu ke sana kemari meminta tindaklanjut dan penanganan, tapi tidak kunjung dibenahi oleh pemerintah ataupun pemilik kabel jaringan.

Baca juga: Masih Buron, Kejagung Bantu KPK Buru Kasi Datun Kejari HSU

“Sudah kesana-kemari gak ada pembenahan. Ini juga tetangga, sekarang untuk mengangkut material juga kesulitan dia karena mobil besar enggak bisa masuk,” ungkapnya.

Dirinya bersama warga yang sempat terdampak perbaikan pembangunan jembatan ini pun mengaku telah mengadu akan masalah ini sejak satu bulan belakangan.

Namun, karena tidak ada tindaklanjut, warga berinisiatif memasang spanduk berisi keresahan mereka agar menarik perhatian umum.

Baca juga: Danantara-BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana Aceh

“Mudah-mudahan, ini adalah yang terakhirlah. Jadi, kami sudah lelah kesana kemari, ternyata tanggapannya enggak ada juga,” ungkap Gatot.

Masih kata Gatot, beberapa warga bermukim di kawasan jembatan menyampaikan keresahan tentang kondisi halaman mereka yang tidak memiliki pintu selokan atau drainase

Alhasil, beberapa rumah yang posisinya lebih rendah dari jalan otomatis menjadi tempat kubangan aliran air, baik yang berasal dari atas jembatan maupun dari arah traffict light pertigaan Brimob.

Baca juga: Banjarbaru Terima Alat Mitigasi EWS dan Truk Serba Guna

“Akhirnya airnya berbelok, ke bawah kolong rumah tetangga yang agak rendah itu. Jadi air terkurung di bawah rumah, jadi kubangan sampai sekarang,” jelas dia.

Kondisi saat hujan lebat yang kerap terjadi beberapa hari ini pun menurutnya memperparah keadaan kubangan air yang masuk hingga dapur rumah.

“Padahal kan kemarin Alhamdulillah proyek siring PUPR Banjarbaru sudah oke nih, kami enggak ada masalah. Tapi ternyata, terakhir ini, kalau hujan lebat ya di dapur menggenang,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca