HEADLINE
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kalsel Masih di Bawah Rata-rata Nasional
Penerima penghargaan pelaksana penanaman terbanyak untuk kegiatan rehabilitas DAS oleh IPPKH dalam rangka gerakan revolusi hijau tahun 2017 diterima oleh PT. Adaro Indonesia. Penghargaan KPH terbaik di bidang RHL untuk bulan mei 2018 diberikan kepada kepala KPH Kayutangi, Wasita S.Hut dan penghargaan Kepala RPH terbaik di bidang RHL untuk bulan Mei Tahun 2018 diberikan kepada Kepala RPH Pengaron KPH Kayutangi Juli Rahma.
Sosialisasi yang ditunjukkan untuk para Sekretaris Daerah Kabupaten/ Kota dan para Camat di Kalimanta Selatan bertujuan untuk menjadikan para Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu menjadi pelopor dalam menggerakan solidaritas dan partisipasi warga dalam gerakan revolusi hijau.
Problem Sampah Belum Teratasi
Di sisi lain, saat ini sampah masih menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak jika tak kunjung ditangani secara komprehensif. Berbagai program untuk mengatasi masalah ini seperti pembuatan Bank Sampah, ternyata juga belum maksimal. Mengingat dari 467 Bank Sampah yang ada di Kalsel baru bisa mengelola 0,16 persen sampah Kalsel yang mencapai 1.127 ton per hari. Ini belum signifikan!
Salah satu daerah yang memproduksi sampah terbesar adalah Banjarmasin. Setiap hari, rata-rata kota berjuluk Seribu Sungai ini memproduksi sekitar 600 ton sampah. Dari jumlah tersebut, sebagian telah diolah oleh 220 Bank Sampah yang mampu menyerap 120 ton sampah. Dan sisanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih dengan memanfaatkan 60 armada truk.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Ikhlas, mengatakan ada 460 Bank Sampah di Kalsel. Tapi sayangnya, kebanyakan kondisinya tidak aktif karena beragam kendala. Mulai dari kesulitan pengolahan hingga masih rendahnya kesadaran anggota. “Maka itu, dari sebanyak 1.127 ton produksi sampah per hari di Kalsel, hanya 0,16 persen yang terserap ke Bank Sampah. Dari jumlah tersebut, rata-rata per orang menyumbang 0,5 Kg sampah per hari,†tegasnya.
Diakui Ikhlas, Bank Sampah merupakan salah satu solusi yang bisa diandalkan untuk membantu mengatasi problem sampah. Selain juga solusi dalam skala besar berupa pembangunan sejumlah TPA regional.
“BLH lewat Kementerian LHK juga merancang TPA regional di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru seluas 30 hektare dengan kapasitas 275 ton sampah per hari. TPA regional ini nantinya akan mengelola kiriman sampah dari Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut,†jelasnya.(cel/berbagai sumber)
Editor: Chell
-
HEADLINE3 hari yang laluCemari Lingkungan, Komisi III DPRD Banjarbaru Cek SPPG ‘Merah’
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluUpayakan Penanganan Banjir di Banua, Pemprov Kalsel Gelar Rakor
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluUpayakan Kawasan Kubah yang Rapi dan Tertata, Pemkab Banjar Berdialog dengan Puluhan Pedagang
-
DPRD KAPUAS2 hari yang laluDPRD Kapuas Sampaikan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna
-
Pemprov Kalsel2 hari yang laluGubernur Muhidin Ingatkan Dana Transfer Pusat Dimanfaatkan Optimal
-
Hukum2 hari yang laluKPK Dalami Hubungan Jabatan Kepala KPP Madya Banjarmasin di 12 Perusahaan


