Kanal
Husairi Abdi: Lahan Terlantar Dijadikan Lahan Produktif
AMUNTAI, Dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten HSU terkait Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2018 dan Raperda tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan mendapat respon positif ekskutif.
Wabup HSU H Husairi Abdi menyampaikan tanggapan yang disampaikannya kepada para wakil rakyat saat sidang paripurna DPRD HSU, Senin (24/6). Diantaranya, menanggapi pertanyaan fraksi terkait dengan realisasi pendapatan asli daerah tahun 2018 yang hanya mencapai 92,73%, ia menjelaskan secara keseluruhan terealisasi pendapatan daerah untuk tahun anggaran 2018 melampaui target yakni sebesar 102,35%.
Namun, ada kelompok pendapatan asli daerah terealisasi hanya sekitar 92,73% hal ini terjadi karena mendapatkan pada retribusi daerah terealisasi sebesar 91,12% dan pendapatan pada lain-lain pendapatan asli daerah yang sah terealisasi sebesar 85,35%.
Sementara, menanggapi pertanyaan fraksi dewan terkait dengan Raperda tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, Husairi mengatakan, saat ini memang belum ada upaya Pemkab HSU menggali fungsi dan lahan konservasi menjadi lahan produktif. Mengingat di wilayah HSU masih banyak terdapat lahan lahan tidur terlantar yang masih bisa dijadikan lahan pertanian produktif.
Sedangkan daerah yang menjadi target utama yang akan diproteksi sebagai perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan tersebar di 9 kecamatan yang berada pada kawasan budidaya tanaman pangan lahan basah atau lahan lebak.
Sementara terkait dengan lahan pertanian pangan yang sudah dialih fungsi kan baik menjadi areal perumahan ataupun areal usaha.
“Pemerintah daerah berupaya tidak akan melakukan tindakan yang dapat merugikan kelompok masyarakat atau perorangan yang telah mendapat izin penggunaan lahan baik untuk perumahan ataupun usaha lainnya. Apalagi selama ini area petani yang telah beralih fungsi berada pada lahan lebak watun satu, yaitu tidak termasuk sebagai kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan,†tegasnya. (dew)
Editor :Bie
-
HEADLINE3 hari yang laluSDA Kalsel Dikuras, Kerusakan Lingkungan Diabaikan
-
HEADLINE2 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluBupati Kapuas Serahkan KHBS dan Bantuan Pangan ke Warga Mantangai
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluIni Juara Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur 2026
-
Kabupaten Kapuas18 jam yang laluJelang Hari Raya Pemkab Kapuas Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan




