Connect with us

HEADLINE

Hj Ananda: Ada yang Mau Bikin ‘Resep’ Sendiri, Aturan Partai Sudah Jelas!

Diterbitkan

pada

Ketua Partai Golkar Banjarmasin Hj Ananda menegaskan fraksi merupakan kepanjangan tangan partai.

BANJARMASIN, Tertundanya pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) gara-gara friksi di tubuh Fraksi Partai Golkar (FPG) dikhawatirkan berdampak pada kinerja anggota DPRD Banjarmasin. Hal ini disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin Hj Ananda, yang juga duduk sebagai Wakil Ketua DPRD.

“Saya atas nama Partai Golkar sebenarnya merasa tidak nyaman dengan teman-teman fraksi lain, karena akibat (permasalahan) internal Partai Golkar jadinya merembet ke kinerja DPRD Kota Banjarmasin,” ucap Ananda kepada Kanalkalimantan.com usai rapat paripurna pembentuan AKD yang akhirnya diskors, Selasa (1/10) petang.

Menurut Ananda, inti dari permaslahan internal yang dihadapi fraksi partai pohon beringin ini, yaitu anggota fraksi yang terpilih untuk duduk di kursi DPRD Kota Banjarmasin merupakan perpanjangan partai dan harus tunduk pada aturan partai. “Apalagi aturan partai ini berasal dari rapat pleno DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin. Jadi ada oknum dari fraksi kami yang tidak mau mengikuti aturan yang sudah baku tertulis,” tegas Ananda.

(Baca: Ribut Internal Fraksi Golkar, Paripurna Alat Kelengkapan Dewan DPRD Banjarmasin Diskors!)

Ananda mengklaim, permasalahan internal sudah diselesaikan. Namun demikian dirinya mengakui, masih ada sesuatu yang harus dibicarakan untuk dapat diselesaikan.

Selain itu, Ananda menjelaskan, rapat pleno DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin, salah seorang kader yang memberikan interupsi, tidak termasuk dalam pengurus partai. “Jadi memang tidak berhadir. Tidak ada istilah bagi kami untuk menghadirkan ketua fraksi pada rapat pleno DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin,” tambahnya.

Ananda kembali menegaskan, kewenangan partai politiklah yang menjadi ujung tombak penyusunan AKD di DPRD Kota Banjarmasin, tanpa adanya wewenang fraksi. “Itu (peraturan) dari partai kami. Saya juga itu peraturan partai lain, karena fraksi itu perpanjangan tangan partai,” tambah Ananda.

Disinggung soal penyusunan AKD di FPG, Ananda menyebut ketua fraksi menyusunnya dengan ‘resepnya’ sendiri, tanpa melibatkan orang lain. “Sedangkan kami, (menyusun AKD) sesuai dengan AD ART partai. Kami melakukan rapat pleno yang dihadiri dewan penasehat dan pengurus DPD Kota Banjarmasin. Aturan partai sudah jelas,” jelas Ananda.

Lantas, apakah akan dikenakan sanksi dari DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin? “Intinya kalau menentukan (misalnya) A, kemudian tidak mengikuti aturan itu maka akan dikenakan sanksi partai. Bisa pemecatan, bisa penurunan jabatan yang sudah ada. Jadi saya akan konsolidasi lagi,” tutup Ananda.

Sementara saat dikonfirmasi, Ketua FPG DPRD Kota Banjarmasin Sukhrowardi malah membantah apa yang disampaikan Hj. Ananda. “Tidak. Tidak benar itu, saya tidak pernah menyusun sendiri. (Karena) saya orangnya kompromi dan Golkar adalah demokratis,” kata Sukhrowardi.

“Saya selalu berkomunikasi dan di situlah sumbernya, orang-orang yang tidak mau berkompromi dan orientasinya beda dengan saya dan menganggap saya menyusun (sendiri), padahal tidak,” tambahnya.

Sukhrowadi mengklaim, apa yang telah ia lakukan termasuk ketika menjadi ketua fraksi, dirinya terus melakukan komunikasi. Karena ia menyadari perpanjangan partai politik di kursi dewan. “Ternyata saya tidak mampu berkomunikasi dengan orang yang mengaku dirinya sudah senior,” ujarnya

Sukhrowardi, ketua FPG DPRD Banjarmasin
Foto: fikri

“Oleh sebab itu, ketika saya koreksikan bahwa jangan sampai yang dibacakan itu adalah keputusan dari partai, itu adalah ranah fraksi, saya interupsikan dan memperbaiki. Yang terakhir saya mengingatkan kalau itu masih deadlock, saya bilang dikompromikan dulu,” tegasnya.

Ketika disinggung soal sanksi yang diberikan partai misalnya pemecatan, Sukhrowardi malah balik bertanya. “Kalau saya yang dipecat, apa yang saya langgar? Yang dilanggar apanya, sampai saya dipecat? Pendukung saya akan marah dan saya juga akan melawan. Pemecatan apa? Mudahkah, melanggar apa saya?” ucapnya.

Sukhrowardi kembali menggarisbawahi, permasalahan internal pada FPG hanyalah soal komunikasi. “Masih ada miskomunikasi yang saya berusaha untuk membangunnya. Saya rasa clear ya, saya tidak ingin berprediksi buruk,” tutup Sukhrowardi. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

 


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca