HEADLINE
Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Sejak Kecil Sudah Punyai Keistimewaan
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Berbaur bersama ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan (Kalsel) dan luar daerah larut penuh khidmat dalam Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Kamis (26/3/2026) pagi.
Hadir di tengah jemaah Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel, H Hasnuryadi Sulaiman menyatu di tengah lautan jemaah yang memadati kawasan Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Wagub Kalsel lalut bersama dalam suasana penuh khidmatan acara.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan maulid Habsy, pembacaan manakib Datuk Kelampaian, tahlil, dan doa yang dipimpin KH Wildan Salman.
Baca juga: Ada Long Weekend di Bulan April, Cek Tanggalnya

Manakib atau riwayat hidup Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari disampaikan Tuan Guru Ahmad Daudi Zen. Tuan Guru Ahmad Daudi Zen mengatakan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari lahir dari pasangan Abdullah dan Aminah. Pasangan keluarga yang dikenal saleh dan salehah era Kesultanan Banjar yang tinggal di pelosok yakni Desa Lok Gabang.
Dalam sebagian manakib diceritakan perjalanan hidup Sang Ulama Besar Nusantara yang menjadi panutan masyarakat Banjar bahkan ASEAN dari dulu hingga kini.
Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dilahirkan pada malam Kamis, 13 Safar 1122 Hijriah atau sekitar tahun 1710 Masehi.
“Kelahiran Syekh Muhammad Arsyad merupakan jawaban dari doa kedua orangtuanya yang dipanjatkan pada malam Lailatul Qadar, agar dikaruniai anak yang alim dan zahid,” ungkapnya.
Baca juga: 44 Kios dan Ruko Terbakar di Pasar Segiri Samarinda

Sejak usia dini atau sewaktu masih anak-anak, lanjut Tuan Guru Ahmad Daudi Zen, sudah tampak tanda-tanda keistimewaan pada diri Muhammad Arsyad.
Dikenal memiliki kecerdasan luar biasa dengan daya tangkap yang cepat dalam mempelajari ilmu agama. Selain itu, akhlaknya yang mulia membuatnya sangat disukai oleh masyarakat sekitar.
Tak hanya itu, Muhammad Arsyad kecil memiliki bakat di bidang seni, khususnya seni tulis dan kaligrafi. Hasil karya beliau bahkan mampu memukau siapa saja yang melihatnya.
Keistimewaan tersebut kemudian menarik perhatian Sultan Banjar saat berkunjung ke Desa Lok Gabang.
Terpikat oleh kecerdasan dan kemampuan seni tulisnya, Sultan Banjar pada saat itu kemudian membawa ke istana untuk mendapatkan pendidikan agama yang lebih mendalam.
“Dari sinilah awal perjalanan beliau menuntut ilmu hingga ke Makkah,” jelas salah satu jurriyat Datuk Kelampaian ini.
Dalam manakib tersebut, ditegaskan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dikenal sebagai ulama besar yang menguasai tiga pilar utama dalam keilmuan Islam, yakni syariat, tarekat, dan hakikat. Dalam pengajaran dan manhaj, beliau berpegang teguh pada mazhab Syafi’i yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Baca juga: Penanganan Sampah dan Normalisasi Sungai Prioritas Pemko Banjarmasin

Setelah tahlil dan doa, acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dan Wagub Kalsel H Hasnuryadi.
Wagub Kalsel mengatakan, momentum ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa dan keteladanan Datu Kalampayan, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Hasnur -biasa disapa- menyampaikan rasa syukur dan takzim atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang menyatukan ribuan umat Muslim tersebut.
“Kehadiran jemaah dari berbagai penjuru daerah merupakan bukti kecintaan yang tidak luntur terhadap Datu Kalampayan,” ujaranya.
Wagub Hasnuryadi menyebutkan bahwa peringatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai religius di Tanah Banjar.
“Kita berkumpul di sini untuk mengenang sosok guru mulia, seorang pelita bagi umat Islam di Kalimantan. Beliau tidak hanya meninggalkan karya tulis yang monumental, tetapi juga pondasi akhlak dan syariat yang masih kita pedomani hingga hari ini,” kata Hasnur.
Lebih lanjut, Wagub Hasnur mengajak seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk meneladani kegigihan Datu Kalampayan dalam menuntut ilmu dan menyebarkan kebaikan.
Semangat intelektualitas dan spiritualitas yang diwariskan oleh penulis kitab Sabilal Muhtadin tersebut harus diimplementasikan dalam pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan keteladanan beliau sebagai inspirasi untuk terus membangun Kalimantan Selatan yang lebih berkah, rukun, dan religius,” tutupnya.
Turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, jajaran Forkopimda Kalsel, Sekda Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, KH Ahmad Syairazi, Ketua Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, KH Muhammad Husein, para alim ulama, habaib, serta tokoh masyarakat. (Kanalkalimantan.com/bie)
Reporter: bie
Editor: kk
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluDisdikbud Kalsel Siapkan Program Peningkatan Kapasitas Siswa SMK
-
HEADLINE2 hari yang laluUang Pensiun DPR RI Resmi Dicabut MK
-
HEADLINE1 hari yang laluSekda Banjarmasin Jadi Staf Ahli, Tujuh Pejabat Kena Rotasi
-
Pendidikan2 hari yang laluIni Syarat Buat Akun SNPMB untuk UTBK-SNBT 2026
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Tinjau dan Berikan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Mataraman
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluHalalbihalal di Kediaman Dinas, Ini Harapan Wabup Banjar





