Connect with us

Pemprov Kalsel

Gelar GPM dan Bazaar Murah, Upaya Menekan Inflasi Daerah

Diterbitkan

pada

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazaar Murah di halaman kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Senin (16/3/2026) siang. Foto: mckalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazaar Murah di halaman kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Senin (16/3/2026) siang.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan serta menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

GPM hasil kolaborasi berbagai instansi, di antaranya DPKP Kalsel, Disbunnak Kalsel, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalsel, Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Bank Indonesia, PT Bangun Banua, serta sejumlah mitra lainnya.

Baca juga: SPKS Tolak Kenaikan Pungutan Ekspor CPO Jadi 12,5 Persen

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengatakan kegiatan bazaar murah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat, khususnya saat permintaan bahan pokok meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Saat Ramadan dan menjelang Idulfitri biasanya terjadi peningkatan kebutuhan bahan pangan maupun sandang di masyarakat. Kondisi ini seringkali berdampak pada kenaikan harga yang dapat membebani masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.

“Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang lebih terjangkau. Kami ingin keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Para produsen dan pedagang agar mematuhi harga acuan maupun harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah. Sementara kepada masyarakat, ia mengajak untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar tidak memicu lonjakan harga di pasaran.

Baca juga: Pemkab Kapuas Gelar Rapat Penanganan Sengketa Tanah 

Sementara Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, menjelaskan kegiatan Gerakan Pangan Murah ini rutin dilaksanakan setiap tahun secara bergiliran oleh dinas-dinas terkait, khususnya saat Ramadan dan menjelang Idulfitri.

“Kami laksanakan untuk membantu masyarakat Banjarbaru, Martapura, dan sekitarnya agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Ini salah satu upaya pemerintah dalam menekan inflasi daerah,” jelasnya.

Berbagai komoditas pangan dijual dengan harga jauh lebih rendah dari harga pasar. Misalnya telur itik yang biasanya dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram, pada bazaar ini dapat dibeli dengan harga sekitar Rp15 ribu. Begitu pula ikan patin yang biasanya sekitar Rp30 ribu per kilogram, dijual Rp10 ribu per kilogram.

Selain penjualan bahan pangan murah, panitia juga menyediakan 1.000 paket sembako gratis bagi masyarakat yang merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalsel dan Bank Indonesia. Paket bantuan tersebut juga disalurkan kepada anak yatim dan penyandang tunanetra 450 paket.

Baca juga: Tren Positif Investasi Saham dan Reksa Dana di Kalsel

Tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha dan UMKM yang menjual berbagai produk makanan serta kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk turut mendukung para pelaku usaha kecil dengan membeli produk yang mereka jual.

Syamsir berharap kegiatan seperti ini dapat terus diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Semoga upaya yang kita lakukan bersama ini dapat membantu masyarakat, menekan harga bahan pokok, serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/bie) 

Reporter: bie
Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca