DPRD BANJARBARU
DPRD Banjarbaru Fasilitasi Penyelesaian Kepemilikan Tanah Kodim dengan Warga
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru memfasilitasi Kodim 1006/Banjar menyelesaikan persoalan tanah dengan warga di Kelurahan Sungai Ulin dan Kelurahan Cempaka.
Ketua DPRD Banjarbaru Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra mengatakan, pihaknya sudah memfasilitasi melalui pertemuan jajaran Kodim 1006/Banjar dengan warga yang merasa memiliki lahan.
“Kami memfasilitasi melalui rapat dengar pendapat dihadiri langsung Dandim 1006/Banjar Letkol Zulkifer Sembiring bersama warga untuk mencari penyelesaian persoalan itu,” ujar Gusti Rizky, Rabu (8/1/2025).
Menurut Rizky, permasalahan yang terjadi antara institusi TNI dengan warga sudah beberapa kali dilakukan mediasi melalui rapat dan diskusi difasilitasi DPRD periode lalu dan DPRD periode sekarang.
Baca juga: Teror Kepala Babi di Tempo, Menkomdigi: Polisi Harus Usut Tuntas
Rizky menuturkan, hasil rapat dengar pendapat disepakati DPRD bersedia membentuk panitia khusus (Pansus) yang secara khusus membahas dan mencarikan solusi yang adil bagi kedua belah pihak.
“Kami siap membentuk pansus yang akan mencarikan jalan keluar atas permasalahan ini. Sebelumnya, kami menggelar rapat internal sehingga bisa merumuskan sebelum pansus dibentuk,” ungkapnya.
Pansus direncanakan dibentuk Februari 2025 dan jika diperlukan, proses berlanjut peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan semua pihak mendapatkan keadilan.
“Kami berharap, langkah-langkah yang diambil membuat masalah bagi kedua belah pihak bisa terselesaikan secara damai tanpa harus berlanjut ke proses hukum yang lebih panjang dan memakan waktu,” kata dia.
Baca juga: PNS dan PPPK 2024 Pemko Banjarbaru Terima SK, Ini Pesan Wali Kota
Dandim 1006/Banjar Letkol Kav Zulkifer Sembiring menekankan, pembentukan Pansus merupakan langkah penting yang diambil DPRD untuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan kepemilikan aset itu.
“Kami mendukung langkah yang diambil DPRD. sehingga masalah kepemilikan menjadi jelas dan kuat agar tidak terjadi lagi permasalahan di kemudian hari karena kejelasan statusnya,” ucap Zulkifer.
Dikatakan Dandim, penyelesaian masalah yang muncul di lapangan tidak sederhana karena melibatkan berbagai persoalan tanah yang berbeda, seperti status tanah transmigrasi dan kawasan lainnya.
“Penyelesaian akan dikelompokkan berdasarkan jenis persoalannya, misalnya tanah transmigrasi, tentu memerlukan koordinasi antara TNI dan Kementerian Transmigrasi yang harus diselesaikan,” katanya.
Baca juga: Komitmen Bupati Sahrujani Membawa HSU Bangkit
Konflik agraria antara Kodim 1006/Banjar dengan warga dua kelurahan di Banjarbaru terjadi karena status lahan yang saling klaim dengan luas tanah mencapai 2.500 hektare. (Kanalkalimantan.com/bie)
Reporter: bie
Editor: kk
-
HEADLINE2 hari yang laluMaksimalkan OMC Tangani Karhutla, Wapres Gibran Minta Maaf Udara Kalimantan Buruk
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluHumanitrip 2026 PLN Hadirkan Senyum 55 Anak Yatim dan Dhuafa
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu102 Rumah Tak Layak Huni Terima Program Barakat Gawe Banjarbaru
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluMTQ XIX Tingkat Kabupaten Balangan Digelar di Kecamatan Juai
-
HEADLINE16 jam yang laluKarhutla Kalteng Meluas, Satgas Darat Jadi Tumpuan Penanganan
-
Kalimantan Selatan16 jam yang laluWagub Hasnur Tinjau Karhutla Turun Ikut Lakukan Pemadaman


