Kabupaten Balangan
Disperindag Balangan Sebut Langkanya LPG 3 Kg Karena Distribusi
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Balangan menyebutkan bahwa langkanya Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram subsidi karena adanya kendala distribusi dari agen.
“Kelangkaan ini mungkin karena adanya kendala dari segi distribusi, tetapi kami akan terus memastikan lagi dan mengupayakan agar keberadaan LPG 3 kilogram bisa dengan mudah tersalurkan ke warga kita,” kata Kepala Bidang Kemetrologian dan Stabilisasi Harga Disperindag Balangan Riza Kurniawan, Jumat (19/1/2024).
Riza Kurniawan mengungkapkan, pihaknya juga masih belum memastikan seperti apa kondisi di pasaran terkait kelangkaan gas LPG 3 kilogram ini.
Namun menurut Riza Kurniawan, biasanya ketika terjadi kelangkaan karena adanya kendala dari Pertamina menuju pangkalan saat dalam proses distribusinya.
Untuk itu Riza Kurniawan berharap masyarakat dapat bersabar, karena pemerintah daerah terus berupaya menstabilkan distribusi agar gas LPG tiga kilogram ini pendistribusiannya kembali normal seperti biasa.
Terpisah, Septyawati, seorang pedagang mengungkapkan, beberapa waktu terakhir ini LPG 3 kilogram memang sangat langka di toko-toko yang biasa menjual gas melon tersebut.
“Akhir-akhir ini gas subsidi sangat langka, bahkan kalau pun ada harganya bisa tembus hingga Rp40 ribu per tabungnya,” ungkap Septyawati.
Oleh karena itu, Septyawati sangat berharap peran dari pemerintah daerah untuk langsung turun tangan dalam menangani masalah ini karena dia setiap harinya menggunakan gas LPG tiga kilogram tersebut untuk memasak. (Kanalkalimantan.com/mcbalangan)
Editor : kk
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluArti Warna Merah dalam Tradisi Imlek
-
HEADLINE3 hari yang laluMalam Imlek Penuh Khidmat di Klenteng Karta Raharja Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluHilal di Kalsel Tidak Terlihat, 1 Ramadan Menunggu Keputusan Pusat
-
Lifestyle3 hari yang laluIni Makna di Balik Shio Kuda Api Imlek 2026
-
HEADLINE2 hari yang lalu1 Ramadan Resmi Jatuh Kamis 19 Februari
-
HEADLINE1 hari yang laluKasus Pencabutan SHM Transmigran Sepihak di Kotabaru, Kementrans Kirim Tim Investigasi

