Connect with us

Kabupaten Kapuas

Bupati Kapuas Kunjungi Tiga Kecamatan, Salurkan Bantuan Pangan

Diterbitkan

pada

Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah kecamatan sekaligus menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak kekeringan dan Karhutla, Jumat (2/10/2026). Foto : ags

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah kecamatan sekaligus menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pada Jumat (2/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kapuas bersama rombongan mengunjungi Kecamatan Kapuas Murung, Kecamatan Dadahup, dan Kecamatan Mantangai. Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Kapuas terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan dan Karhutla sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Bupati Kapuas didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kapuas Yohanes, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kapuas Kusmiatie, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Kapuas Fery Noah, serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kapuas.

Baca juga : Bupati Wiyatno Tinjau Kondisi Jalan Penghubung Antarkecamatan

Rangkaian kegiatan diawali dengan Safari Jumat di Masjid Su’ada, Kelurahan Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung. Setelah salat Jumat, Bupati Kapuas berbincang bersama pengurus masjid sekaligus menyerahkan bantuan untuk mendukung kegiatan dan kebutuhan masjid.

Bupati Kapuas menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak di sejumlah desa dan kelurahan. Bupati Wiyatni mengajak seluruh pihak bersama-sama mencegah dan meminimalisir Karhutla, baik yang disebabkan oleh kesengajaan maupun faktor lainnya.

“Saya berharap dengan kondisi Karhutla ini kita bisa bersama-sama berupaya meminimalisir kebakaran. Dampaknya luar biasa, seperti yang kita lihat sendiri yang seharusnya terang dan cerah, tetapi diselimuti kabut,” ujar Bupati Wiyatno.

Baca juga : MTQ XIX Kabupaten Balangan Berlangsung di Kecamatan Juai

Dia berharap bantuan pangan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bentuk kepedulian Pemkab Kapuas terhadap warga yang terdampak.

“Mudah-mudahan bantuan ini ada manfaat dan berkahnya buat warga sekalian,” katanya.

Bupati menjelaskan, Pemkab Kapuas juga menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah non-pasang surut, di antaranya Kecamatan Timpah dan Pujon. Ke depan, penyaluran bantuan akan terus diarahkan ke wilayah lain yang membutuhkan, termasuk kawasan pasang surut seperti Tamban Catur dan Lupak.

Selain bantuan pangan, Bupati menyampaikan sejumlah program pembangunan yang tengah dan akan dilaksanakan Pemkab Kapuas. Salah satunya program Rp1 miliar untuk satu desa yang telah mulai berjalan pada tahun 2026.

Baca juga : Benih Siam Madu Murakata Asal Kalsel Dibawa ke Papua

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang sehingga desa-desa yang selama ini belum maksimal mendapatkan dukungan pembangunan dari APBD Kabupaten Kapuas dapat memperoleh perhatian yang lebih besar.

“Harapan kita yang akan datang bisa lebih dari 1 miliar satu desa. Desa-desa mana yang membutuhkan perhatian lebih, silakan kepala desa berkomunikasi dengan OPD dan DPRD,” jelasnya.

Bupati Wiyatno menyebutkan, pada tahun sebelumnya anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp245 miliar untuk 231 desa dan 17 kelurahan. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kapuas menargetkan peningkatan anggaran hingga sekitar Rp350 miliar.

Baca juga : BPBD Kapuas Salurkan Air Bersih ke Warga Desa Sei Asam

Perhatian tersebut, lanjutnya, khususnya diarahkan kepada desa-desa di kawasan pesisir, pantai maupun pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. “Harapan kita tidak ada yang tertinggal di tahun 2027,” tegasnya.

Bupati Wiyatno mencontohkan Kelurahan Palangkau Lama dan Palangkau Baru yang berada di Kecamatan Kapuas Murung dan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Barito Kuala. Menurutnya, kedua wilayah tersebut masih membutuhkan peningkatan konektivitas jalan.

“Tempat-tempat seperti itulah yang nanti program 1 miliar satu desanya akan kita lebihkan. Bisa jadi Palingkau Lama Rp3 miliar dan Palingkau Baru Rp3 miliar, sehingga kedua wilayah tersebut bisa terhubung dan transportasi darat dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Baca juga : Genjot Pembangunan Jembatan Box di Desa Pulau Kaladan

Selain pembangunan di tingkat desa, Pemkab Kapuas juga akan terus meningkatkan pembangunan jalan antarkecamatan serta konektivitas menuju wilayah kabupaten.

Usai menyerahkan bantuan pangan di Kecamatan Kapuas Murung, Dadahup dan Mantangai, Bupati Kapuas bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai.

Setibanya di Desa Katunjung, Bupati Kapuas disambut oleh Pj Kepala Desa Katunjung bersama masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas bersama rombongan menyempatkan diri berdiskusi dan melakukan tanya jawab secara langsung dengan masyarakat.

Baca juga : Kalak BPBD Kapuas Turun Langsung Padamkan Api di Saka Purun

Dialog tersebut menjadi kesempatan bagi Bupati Kapuas untuk mendengarkan berbagai aspirasi, kondisi serta kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan dan akses infrastruktur di Desa Katunjung dan wilayah sekitarnya.

Bupati Wiyatno menyampaikan, setelah berada di Katunjung, dirinya bersama rombongan akan melanjutkan perjalanan untuk meninjau secara langsung kondisi jalan menuju Kecamatan Timpah.

“Dari Katunjung kita nanti langsung naik sepeda motor sampai ke Timpah. Ada sekitar 140 kilometer antara Mantangai dengan Kecamatan Timpah. Mudah-mudahan tahun 2027 dan 2028 mobil sudah bisa lewat sana,” ujarnya.

Baca juga : “Amazing 24: The Power of Comedy”, Pesta Komedi dan Kolaborasi Musik Spektakuler Meriahkan HUT ke-24 GTV !

Dengan peningkatan akses tersebut, diharapkan masyarakat dari wilayah Pasak Telawang, Pujon dan Timpah nantinya dapat menuju Kuala Kapuas melalui jalur yang lebih singkat tanpa harus memutar melalui Palangka Raya dan Pulang Pisau.

Pada tahun ini Kabupaten Kapuas mendapatkan dukungan anggaran dari Balai Jalan Nasional sekitar Rp25 miliar. Salah satunya akan diarahkan untuk penanganan dan peningkatan ruas jalan dari Mantangai menuju Timpah.

Sejumlah titik pada ruas tersebut membutuhkan penanganan khusus karena memiliki kondisi tanah yang rendah dan bergambut. Saat musim kemarau, kawasan tersebut rawan terbakar, sedangkan pada musim hujan sebagian wilayah dapat terendam.

Baca juga : Trans Banjarbakula Tambah Armada Baru Perkuat Layanan

“Makanya kita bersama rombongan menginap di Katunjung, pagi kita naik motor langsung ke Timpah. Kita ingin melihat langsung kondisi yang ada di sana sehingga penanganan seperti apa yang akan kita laksanakan, kita bisa melihat secara langsung,” pungkasnya.

Adapun bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak meliputi Kelurahan Palingkau Lama sebanyak 1.194 paket, Desa Dadahup 168 paket, Desa Bina Jaya 204 paket, Desa Bentuk Jaya 288 paket, Desa Harapan Baru 310 paket, Desa Sumber Alaska 101 paket, Desa Mantangai Tengah 446 paket, Desa Mantangai Hilir 425 paket, Desa Mantangai Hulu 336 paket, Desa Katunjung 68 paket, dan Desa Tumbang Mangkutup 81 paket.

Baca juga : El Nino Bikin Kemarau Lebih Panjang dan Kering

Penyaluran bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Kapuas dalam menangani dampak kekeringan dan Karhutla di sejumlah wilayah.

Sementara itu, kunjungan ke Desa Katunjung juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi serta melihat kondisi wilayah sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah dan kebijakan pembangunan ke depan. (Kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : ags

Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca