HEADLINE
Baznas : Masih Banyak ‘Ibu Lindawati Lainnya’ di Banjarbaru
Berdiri di Lahan Orang Lain, Gubuk Lindawati Tak Bisa Masuk Bedah Rumah
BANJARBARU, Akhirnya ada pihak yang terketuk hati membantu dan memperhatikan Lindawati (36), warga miskin yang tinggal di sebuah gubuk tak layak huni di Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjarbaru menyambangi rumah gubuk di pinggiran kota Banjarbaru itu, Senin (21/5) tadi.
Seperti yang sudah diketahui Lindawati bersama anaknya Dahlawati (3,5) tinggal di gubuk terpencil jauh dari pemukiman warga. Kondisi ini dialami Lindawati pasca ditingal suaminya Feriyandi dan anak tertua yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas 3 tahun silam di Bati-Bati.
Saat kunjungan, Baznas Kota Banjarbaru memantau kondisi gubuk dan juga memberikan bantuan paket Ramadhan kepada ibu berserta anak tersebut. Adapun dalam paket Ramdhan tersebut berupa beras 5 liter, gula pasir 2 Kg, minyak goreng 2 liter, kopi, susu, margarin, sirup, teh, serta mie instan.
Ketua Baznas Kota Banjarbaru Khairul SPd kepada Kanal Kalimantan, Selasa (22/5), memang sangat menyayangkan kondisi yang dialami Lindawati yang sangat memprihatinkan itu. Ia menyebut masih banyak warga Banjarbaru yang kondisinya sama seperti Lindawati.
“Saat kami ke sana memang sangat memprihatinkan, melihat kondisi gubuk tersebut, di kota Banjarbaru kalau kita mau teliti lebih dalam dan jauh, masih banyak ibu Linda yang lain,†ungkapnya.
Khairul menjelaskan pada kunjungan Baznas Kota Banjarbaru kemarin, Lindawati telah mulai mengurus rekam identitas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Banjarbaru. Sebelumnya tidak tercatat di data kependudukan dan menyebabkan tidak adanya bantuan dari pemerintah seperti KIS (Kartu Indonesia Sehat) untuk jaminan kesehatan dan KIP (Kartu Indonesia Pintar) untuk pendidikan sang anak.
“Kunjungan kemarin kami bertemua ibu Linda, katanya sudah mengurus ke Dukcapil, mungkin dibantu dari pihak kelurahan,†katanya.
Sebenarnya selain bantuan sembako berupa paket Ramadhan, Baznas Kota Banjarbaru juga akan melakukan program bedah rumah terhadap kondisi gubuk tersebut. Namun hal itu tidak dapat terwujud, karena kendala status kepemilikan tanah yang diketahui bangunan gubuk tersebut berdiri di atas lahan milik seorang pengusaha di Banjarbaru. Sehingga Baznas Kota Banjarbaru menyarankan Lindawati besama anaknya untuk menempati kediaman saudara di wilayah Cempaka.
“Prosedur bedah rumah itu kepemilikan tanah harus jelas statusnya, milik sendiri. Kalau kasus ini kan tanahnya bukan milik dia, sehingga tidak bisa dibantu. Jadi kita sarankan untuk mengungsi ke rumah saudaranya untuk menjaga perkembangan psikologi sang anak,†jelas Khairul.
Kedepannya Baznas Kota Banjarbaru akan memfokuskan bantuan kepada Lindawati lewat program pemberdayaan ekonomi, berupa modal bergulir untuk memikul usaha kecil seperti menjual kue, jual sayur, warung kopi. (rico)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
HEADLINE2 hari yang laluSDA Kalsel Dikuras, Kerusakan Lingkungan Diabaikan
-
HEADLINE1 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluPemprov Kalsel Gelar Rakor Pembangunan Stadion Internasional
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Serahkan KHBS dan Bantuan Pangan ke Warga Mantangai
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Tinjau Puskesmas di Desa Sakata Bangun





