HEADLINE
Bawaslu Kalsel Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang Syaifullah Tamliha
BANJARMASIN, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel menghentikan kasus laporan dugaan politik uang yang dituduhkan ke caleg politisi senior PPP Syaifullah Tamliha.
Laporan yang diajukan kader caleg sejawat Nasrullah AR, soal praktik bagi-bagi uang yang dituduhkan ke Syaifullah Tamliha di Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, berdasar kajian Bawaslu Kalsel tak memenuhi syarat formil dan materil.
Laporan Nasrullah AR, menurut Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie tidak bisa ditingkatkan ke tahapan penyelidikan dan penyidikan untuk dikaji selama 14 hari kerja, terlebih tak ada saksi yang menguatkan.
“Dari pembahasan dan kajian kedua yang dilakukan Bawaslu Kalsel, laporan saudara Nasrullah atas terlapor Syaifullah Tamliha diputuskan dihentikan. Ini merupakan pendapat dan pandangan Bawaslu Kalsel secara resmi,†tegas Aldo -panggilan akrab Azharie-.
Dua alat bukti yang diajukan pelapor Nasrullah tidak mengarahkan kepada subjek pelanggar. Dalam hal ini, ada yang putus dalam mengusut perkara tersebut untuk dinaikkan dalam tahap penyelidikan.
Dengan pertimbangan berdasar kajian, Bawaslu Kalsel menegaskan laporan Nasrullah tak bisa ditelusuri lagi, dengan waktu yang ada karena semuanya tidak mengarah kepada subjek pelanggar.
“Memang dalam kasus ini banyak saksi, tapi pada saat proses pembuktikan justru tidak mengetahui. Ini ditambah pelapor dalam mendata saksi tidak mengarahkan atau bisa membuktikan ke arah subjek pelanggar,†cetusnya.
Aldo menjelaskan lagi, yang memberi uang atau dituduh membagi-bagikan uang itu bukan subjek. Sementara yang dilaporkan Nasrullah yakni Syaifullah Tamliha adalah subjek yang dimaksud.
Nasrullah pun mengakui keputusan itu hak Bawaslu Kalsel. Namun menurutnya tentu ada upaya lain yang bisa saja ditempuh seperti memasukkan perkara ini ke Polda Kalsel baik pidana umum atau tindak pidana korupsi.

Nasrullah AR. foto : mario
Namun untuk melanjutkan kasus tersebut, Nasrullah mengaku pikir-pikir dulu. “Ya kita akan pikiran dulu untuk melakukan langkah selanjutnya,†terang Nasrullah.
Nasrullah juga mengakui bahwa ia tak pernah ‘bernegosisi’ dengan Syaifullah Tamliha. Meski memang ada arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP untuk mediasi. (mario)
Editor:bie
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluAksi Kamisan di Banjarmasin, Kasus Andrie Yunus: Teror Terhadap Pembela HAM
-
HEADLINE2 hari yang laluPemko Banjarbaru Alihkan CFD ke Jalan Panglima Batur, Dimulai 12 April
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluPelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu, Wali Kota Lisa Bersama Camat Lurah Bertemu Menteri LH RI
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluBupati Bersama Alim Ulama dan Habaib Ikuti Haul Ke-88 Syekh Muhammad Kasyful Anwar
-
Kabupaten Kotabaru3 hari yang laluKemegahan Pembukaan MTQN ke-56 Kotabaru di Pulau Laut Selatan
-
Kabupaten Kotabaru3 hari yang laluMTQN ke-56 Kotabaru Resmi Dimulai, 498 Peserta Ikuti 17 Cabang Lomba





