Kalimantan Selatan
Antisipasi Karhutla Jelang Puncak Kemarau di Kalsel
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.
Kolaborasi lintas sektor tengah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel guna meningkatkan kewaspadaan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Banua.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan, sejumlah persiapan kewaspadaan telah dilakukan sedari lama, salah satunya dengan melakukan patroli kawasan hutan.
“Patroli kami sudah pasti, dimana kemudian kami sudah kumpulkan PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan), kami sudah kumpulkan PBBH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan),” ujar Kadishut Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra, Jumat (11/7/2025).
Baca juga: Retribusi Masuk Tahura Sultan Adam Kini Non Tunai, Pengelola Siapkan QRIS

Penanganan Karhutla di ring 1 Bandara Syamsudin Noor pada tahun 2023. Foto: dok.kanalkalimantan
PPKH, kata Aya -biasa disapa, dikumpulkan untuk memberikan izin untuk pemanfaatan sebagian kawasan hutan tanpa mengubah fungsi dan peruntukan kawasan hutan tersebut.
Begitu pun dengan PPBH dikumpulkan untuk meningkatkan kesiapannya menghadapi puncak musin kemarau.
“Untuk PPKH kita minta kumpulkan yang punya tanaman-tanaman yang ditanam dalam program rehabilitasi daerah aliran sungai, kami sudah kumpulkan PPBH yang disebut dulu ATI terkait bagaimana kesiapan mereka,” jelas dia.
Semua persiapan ini telah lama dilakukan hingga saat ini, karena menurut Kadishut Kalsel bencana karhutla adalah bencana yang datang setiap tahun seperti tamu tak diundang.
Baca juga: Langganan Banjir di Tonhar Minta Solusi Embung, Ketua DPRD Banjarbaru Dukung Usulan Warga
“Karhutla memang datang setiap tahun seperti tamu tak diundang, sejak awal kesiapan kami sudah menjadi hal yang sudah harus dilaksanakan,” imbuhnya.
Pemerintah juga telah menyiapkan kesiapsiagaan lintas instansi, salah satunya kolaborasi terkait pendirian dan pembangunan posko. “Termasuk memastikan ketersediaan air, kemudian tim patroli, siaga, sarana prasarana, dan lainnya,” sebut dia.
Pemerintah provinsi terus berkomitmen dalam mengedepankan pro-active readiness, kolaborasi multisektor, dan kesiapan respons cepat untuk lebih mengatasi potensi sebelum meluas.
“Yang ada difungsikan, yang kurang ditambahkan,” tutup Aya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE3 hari yang laluTak Miliki PBG dan NIB, Tiga Lapangan Padel Disetop
-
Kabupaten Kotabaru3 hari yang laluPawai Ta’aruf Awali MTQN ke-56 Kotabaru di Pulau Laut Selatan
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluKemegahan Pembukaan MTQN ke-56 Kotabaru di Pulau Laut Selatan
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluAksi Kamisan di Banjarmasin, Kasus Andrie Yunus: Teror Terhadap Pembela HAM
-
DPRD BANJARBARU3 hari yang laluBang Iyal Serahkan Bantuan Kebakaran di Cempaka
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluMTQN ke-56 Kotabaru Resmi Dimulai, 498 Peserta Ikuti 17 Cabang Lomba





