Kota Banjarbaru
Akademi Bangku Panjang Minggu Raya Berduka, Yulian Amroni Berpulang ke Alam Baka
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kabar duka menyelimuti segenap insan tokoh Akademi Bangku Panjang Minggu Raya di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (14/2/2025).
Salah satu tokoh seni dan fotografer di Kota Banjarbaru, Yulian Amroni alias Yulian Manan wafat berpulang ke Rahmatullah.
Ia menghembuskan nafas terakhir pada usia 51 tahun di Banjarbaru, Jumat (14/2/2025) pagi.

Muslim Anang Abdullah (kiri) dan Rico Hasyim (kanan) rekan almarhum Yulian Amroni. Foto: wanda
Sejumlah kerabat, sahabat dan tetangga memenuhi rumah duka di Komplek Murni Lestari, Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru. Suasana haru menyelimuti lokasi rumah duka.
Yulian Amroni lahir di pada 8 Juli tahun 1973. Banyak dedikasi yang dicurahkan dalam perjalanan kebudayaan di Ibu Kota Kalsel. Semasa hidupnya ia cukup sering ditemui nongkrong di Kawasan Minggu Raya.
Ia juga mahir mengutak ngatik kamera serta mengambil momen di tiap kegiatan yang ada di Minggu Raya.
Rahim Arza yang merupakan Anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Banjarmasin mengatakan, semasa hidupnya almarhum sangat berjasa dalam dunia kesenian dan sastra di Banjarbaru.
“Khususnya di Minggu Raya. Beliau seorang fotografer yang selalu mengabadikan setiap momen kesenian. Baik itu teater, sastra yang ada di Banjarbaru,” ujar Rahim.
Rekan sesama di dewan kesenian, Muslim Anang Abdullah juga menyampaikan ucapan dukacita yang mendalam karena telah mengenal sosok Yulian sejak lama.
“Yang jelas beliau orang baik, kita walaupun jarang berkumpul, tapi kalau ketemu menyenangkan, kita doakan saja semoga Almarhum mendapat tempat yang dirahmati oleh Allah SWT,” ungkap Muslim Anang Abdullah saat berada di rumah duka.
Begitu pun dengan Rico Hasyim, rekan satu komunitas fotografer bernama Pengabadi Senja juga mengaku kehilangan sosok Yulian yang telah ia kenal sejak tahun 2010.
“Kita mengenal termasuk lama dari tahun 2010, kami sering ngobrol sesama pecinta fotografi waktu itu kami bersama ada ide bersama almarhum membuat kelompok pengabadi senja,” ungkap Rico Hasyim.
Sosok Yulian, kata dia menjadi salah satu dari anggota kelompok Pengabadi Senja yang menjadi penemu Danau Seran menjadi objek wisata.
“Bahkan kami pun mempromosikan danau seran sebagai objek wisata, dari kelompok ini juga kami sering saling sharing foto-foto sampai pinjam
meminjam lensa kamera,” tuturnya.
Ucapan duka pun mengalir atas wafatnya Yulian. Pengabdian Yulian Amroni di dunia seni akan terus dikenang. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Bisnis2 hari yang laluTren Positif Investasi Saham dan Reksa Dana di Kalsel
-
HEADLINE3 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemkab Kapuas Gelar Rapat Penanganan Sengketa Tanah
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluJelang Hari Raya Pemkab Kapuas Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan
-
Kabupaten Balangan1 hari yang laluBNNK Balangan Tes Urine Para Sopir Angkutan Lebaran, Dua Didapati Positif
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Wiyatno Tinjau Jalan Rusak di Kapuas Kuala dan Bataguh




