Bisnis
Ketua Dewan Komisioner OJK: Sumberdaya di Kalsel Belum Maksimal Diolah
BANJARMASIN, Ada dua prioritas yang harus dilakukan jika Kalsel ingin ada terobosan baru untuk memberi lapangan kerja kepada masyarakat Kalsel, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan juga mengurangi pengangguran. Sehingga jika prioritas ini dilakukan, produk domestik bruto pun naik, ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Prof Wimboh Santoso ketika ditemui di Mahligai Pancasila, Jum’at (1/10).
Potensi besar yang bisa digarap adalah produk pertanian terutama rotan dan ikan. Selama ini rotan dan ikan bisa diproses menjadi banyak hal yang dapat diekspor. Dua hal ini merupakan satu rangkaian yang cocok diolah, terutama bagi wilayah Kalsel terang Wimboh.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat jangan takut ihwal pembiayan dan investasi. Untuk UMKM ada KUR dan untuk investasi, ia rasa perbankan sangat siap karena perbankan saat ini punya potensi yang besar.
“Pasaran (ekspor) luar biasa. Mau produk rotan dan ikan yang sudah diolah itu potensinya besar untuk kita ekspor. Tujuan ekspor sudah ada. Sekarang bagaimana dibuat satu ekositem. Jadi produksi ada, distribusi ada. Apalagi Kalimantan punya sungai yang cukup bagus untuk transportasi,” tutur Wimboh.
Sehingga dengan begitu masyarakat Kalsel yang mengolah produk tidak kebingungan harus ke mana menjual produk hasil olahan mereka.
Proritas kedua yang harus diperhatikan adalah bagaimana masyarakat Kalsel bisa mengakses keuangan. Untuk anak muda, dapat fokus menabung dan menjadi nasabah bank. Untuk masyarakat kecil mikro, melakukan kredit. Wimboh mengatakan bahwa OJK akan menyiapkan skema kredit ini. Ditambahnya dengan ada pembinaan, hal ini akan jadi upaya yang akan bersinergi otomatis.
Dua prioritas inilah yang menurut Wimboh menjadi tugas bagi Kepala Regional OJK Regional 9 Kalimantan Riza Aulia Ibrahim yang baru saja dilantik di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jum’at (1/11).
Untuk kredit OJK, Kalsel masih rendah dibanding nasional. Kredit OJK di Kalsel masih mencapai angka 6 hingga 7 persen. Sedangkan nasional berada di angka 9 persen. Pertumbuhan ekonomi di Kalsel pun juga rendah. Sehingga masih banyak yang harus dikejar oleh Kalsel.
Selama ini Kalsel masih terkendala dengan belum diolahnya sumber daya yang ada. Wimboh menekankan agar Kalsel tak hanya mengandalkan sumberdaya batubara saja. Meski menjadi primadona, namun penjualan batubara saat ini mempunyai banyak kompetitor. Selain batubara merupakan bahan dapat habis, harganya pun saat ini masih fluktuatif. (mario)
Editor : Bie
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluHabib Abdullah Pimpin Maulid Diba’ di Haul Ke-58 KH Sya’rani Arief
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSukses Digelar, Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Martapura Ditutup
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluStatus Tanggap Darurat Karhutla Kapuas Kembali Diperpanjang
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluSatgas Karhutla Posko Induk BPBD Kapuas Siaga Penuh Kemunculan Kembali Titik Api
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas : APBD 2027 Prioritaskan Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluPerkuat Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi, Dinas PUPR Kalsel Gelar Pelatihan Kualifikasi Ahli K3



