Budaya
Kerajinan Arangan, Deskripsi Kehidupan Dayak Meratus
Kerajinan anyaman (Arangan) pada komunitas Dayak Meratus yang mempunyai keanekaragaman ternyata, bukan hanya sekedar media kreativitas mereka semata, tetapi merupakan aktualisasi dari kehidupan sehari-hari baik itu terkait hubungan mereka dengan sesama masyarakat Dayak Meratus, alam sekitar hingga pada sisi religi yakni Ketuhanan.
Hampir semua aktivitas kehidupan orang Dayak Meratus, baik itu bercocok tanam, berburu (bagarit), ritual keagamaan (aruh adat/ babalian) acap kali digambarkan dalam motif arangan yang beragam. Bahkan, arangan ini selain menjadi benda untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari juga digunakan sebagai kelengkapan ritual adat, dimana motif yang digunakan sesuai kebutuhan atau kegiatan yang dilangsungkan.

Ada puluhan bahkan ratusan motif yang ada pada kerajinan arangan yang dihasilkan oleh komunitas Dayak Meratus. Tiap motif mengambarkan atau menceritakan sesuatu yang tak terlepas dari kehidupan mereka Dayak Meratus.
Biasanya arangan yang dihasilkan dalam satu benda, terbagi tiga bagian, yakni motif pembuka, motif dasar (utama/besar) dan motif penutup.
Motif pembuka, terdapat pada bagian biasanya berbentuk garis melingkar, sedangkan motif utama adalah motif yang paling menonjol dan ukuran jauh lebih dominan (besar). Kalau motif penutup, berada pada bagian atas dimana dan motifnya lebih bervariasi dari motif pembuka dan utama, tetapi ukurannya hampir sama dengan bagian motif pembuka.
Jika motif utama itu mengambarkan hanya satu benda, maka motif pembuka dan penutup menceritakan lebih satu benda, sehingga biasanya motif penutup dan pembuka ini terdiri dua hingga empat motif sekaligus dengan ukuran yang kecil.
Khusus keanekaragaman motif ini, ada beberapa motif tertentu yang pembuatannya tidak semua lapisan masyarakat boleh membuatnya, misal motif bidadari mandi ini dibuat oleh wanita yang sudah bersuami yang biasa sudah akan memasuki usia lanjut.
Selain itu, ada juga pembuatan motif anyaman khusus untuk keperluan ritual adat (Aruh Adat), dimana biasanya motif yang digunakan mengambarkan keinginan (permohonan) si pelaksana aruh adat. (hb/gie)
Editor:Bie
-
HEADLINE2 hari yang laluKPK Usut Dugaan Suap Pajak PT Adaro di KPP Madya Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluWarning BMKG: Kalsel dan Kalteng Kategori “Awas” Kekeringan Meteorologis
-
HEADLINE3 hari yang laluTitik Api di Banjarbaru Belum Mereda, 1.263 Hektare Lahan Terbakar
-
Kalimantan Tengah1 hari yang laluKabut Asap Tutupi Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya
-
Lifestyle21 jam yang laluHari Pelanggan Nasional 2026: BRI Hadirkan Beragam Promo Spesial
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluSemarak Expo KKN-Magang ULM di HSU Lahirkan Inovasi Tepat Guna dari Desa untuk Desa


