Kecelakaan
Mantan Hakim PN Marabahan Ikut Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air
BANJARMASIN, Muhammad Ikhsan Riadi Fitrasyah, mantan hakim di Pengadilan Negeri (PN) Marabahan, Batola, ikut menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Kerawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Seminggu lalu, tepatnya Selasa (23/10) Ikhsan pamit ke rekannya karena menjalani tugas barunya di PN Koba, Bangka Tengah.
Kepergian Ikhsan tak ayal menggoreskan duka mendalam bagi rekan-rekannya yang ditinggal di PN Marabahan. Kabar Ikhsan menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 didapat dari isterinya, Septiana Damayanti yang bertugas sebagai Panitera Penganti di PN Marabahan. Hal ini setelah ia menghubungi rekannya untuk membantu mencari informasi mengenai suaminya.
Humas PN Marabahan Damar Kusuma Wardana dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (29/10) mengatakan, Ikhsan baru seminggu lalu pindah tugas di PN Koba. “Beliau dulu berdinas di PN Marabahan yang sekarang menjadi hakim pada Pengadilan Negeri Koba,†katanya.
Terkait hal ini, Damar mengatakan PN Marabahan turut mengucapkan rasa duka dan belasungkawa atas meninggalnya rekan kerjanya tersebut. Ikhsan yang kelahiran 1989 dikaruniai tiga orang anak, yang paling kecil baru berusia sekitar lima bulan.
Pesawat Lion Air JT 610 rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawan, Jawa Barat, Senin (29/10) ternyata sempat mampir ke Bandara Syamsudin Noor beberapa pekan lalu. Hal ini disampaikan Communication and Legal Section Head Bandara Syamsudin Noor, Adit Putra.
Namun, ketika itu masih menggunakan no JT 222 dan JT 223 dengan melayani rute penerbangan Banjarmasin-Surabaya. “Pesawat kategori brand new. Tanggal 22 Oktober lalu mampir di Bandara Syamsudin Noor untuk jadi JT 222 dan JT 223,” ucap Adit Putra.
Terkait musibah tersebut, kesedihan dirasakan juga oleh seluruh jajaran awak personel di Bandara Syamsudin Noor. “Jadi pesawat itu di Bandara Syamsudin Noor sebagai JT 222 Sub-BDJ dan JT 223 BDJ-Sub, ya penerbangan Surabaya Banjarmasin dan sebaliknya, dalam satu Minggu terakhir ini,” ungkap Adit seperti dilansir Tribunnews.com.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) mengungkapan bahwa Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang belum lama mengudara. Pesawat JT 610 milik maskapai Lion Air itu memilki kurang lebih 800 jam terbang. Pesawat JT 610 yang jatuh merupakan pesawat series Boeing 737 terbaru yakni Boeing 737 Max.(rendy/ant)
<
div class=”reporter”>
Reporter: Rendy/ant
Editor: Chell
-
HEADLINE2 hari yang laluSepekan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel, Perpanjangan Tunggu Rekomendasi BMKG
-
HEADLINE3 hari yang laluNyaris Setahun, Kabel Telekomunikasi di Panglima Batur Masih Semerawut Tak Tuntas
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluKarhutla di Kawasan Perkantoran Gubernur dan Permukiman Warga Cempaka
-
kampus2 hari yang laluEmpat Bakal Calon Rektor ULM 2026-2030 Paparkan Visi Misi
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluDinas PUPR Kalsel Gelar Sosialisasi Peningkatan Akses Aman Air Limbah Domestik
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPilkades Serentak 2026 Kabupaten Banjar, Polisi Difokuskan pada 32 TPS di 17 Desa


