Kota Banjarbaru
Berkah dari Langit Mengguyur Wilayah Liang Anggang
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Berkah dari langit tercurah melalui titik-titik air yang sudah lama dinanti warga Banjarbaru khususnya di wilayah Liang Anggang.
Setelah lebih dari 3 bulan terakhir tanpa hujan dan kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), curahan air hujan akhirnya membasahi wilayah Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Selasa (8/9/2026) siang.
Hujan dengan intensitas sedang mengguyur sejumlah kawasan di Kecamatan Liang Anggang, termasuk ruas Jalan A Yani.
Baca juga : Dukung Pengelolaan Lahan Rawa, BRIN Sosialisasi Dua Naskah Akademik di HSU
Guyuran air yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut menjadi hujan pertama yang dirasakan di wilayah itu sepanjang musim kemarau.
Turunnya hujan menjadi angin segar bagi warga. Selain membasahi lahan yang kering kerontang, hujan diharapkan membantu mengurangi Karhutla yang selama terjadi di wilayah Banjarbaru.
Camat Liang Anggang, Lia Astuti, menyampaikan rasa syukur atas turunnya hujan yang disebutnya sebagai rahmat dan harapan bagi masyarakat.
Baca juga : BPBD Balangan Serahkan Bantuan Pinjam Pakai Peralatan Karhutla
“Turun hujan ini tentu sebagai rahmat, harapan besar kita semua di tengah Karhutla, semoga mengurangi pekatnya asap,” ucapnya.
Air dari langit yang turun diharapkan mampu membantu membasahi kembali kawasan yang rawan terbakar serta mempengaruhi kualitas udara akibat kabut asap di wilayah Kecamatan Liang Anggang.
“Curahan air hujan ini membantu memadamkan titik-titik panas, menyegarkan kembali kualitas udara, membawa keberkahan, dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Liang Anggang,” ucapnya.
Baca juga : 25 Unit PJU Terpasang di Jalan Trans Kalimantan Desa Beringin Batola
Hujan di tengah puncak kemarau ini menjadi momentum penting pemerintah dalam penanganan Karhutla. Meski demikian, hujan singkat belum menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan.
Camat perempuan di Kota Banjarbaru ini mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi Karhutla dan bersama-sama menjaga lingkungan, terutama di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
“Mari kita tetap menjaga kewaspadaan dan bersama-sama merawat lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/bie)
Reporter : bie
Editor: kk
-
HEADLINE2 hari yang laluRudy Ariffin Gubernur Kalsel 2005-2010 dan 2010-2015 Wafat
-
HEADLINE1 hari yang laluTiga Dekade Menanti Rumah Ibadah GBI Kemah Kesaksian Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluBPBD Kalsel: 2.586 Kejadian Karhutla, Luas Terbakar 16.539,65 Hektare
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluData BPBD Kabupaten Banjar 1.192 Hektare Lahan Terdampak Karhutla
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPantau Penanganan Karhutla, Bupati Banjar Turun ke Sungai Tabuk
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPemkab Banjar dan TNI Perkuat Sinergi Tangani Karhutla


