Connect with us

Budaya

“Antasan Banjar Festival 2026” Melestarikan Musik Tradisi

Diterbitkan

pada

Antasan Banjar Festival 2026 berlangsung di UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (5/9/2026) malam. Foto: mckalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Antasan Banjar Festival 2026 berlangsung di UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (5/9/2026) malam.

Mengusung tema “Re-Connecting”, festival ini bertujuan untuk mempertemukan kembali para seniman dan musisi tradisi dengan masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Gubernur Kalsel melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, musisi, hingga komunitas yang telah mendukung terlaksananya acara tersebut.

Antasan Banjar Festival 2026 berlangsung di UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (5/9/2026) malam. Foto: mckalsel

Baca juga : BPBD Kalsel: 2.586 Kejadian Karhutla, Luas Terbakar 16.539,65 Hektare

Antasan Banjar Festival 2026 sebagai wadah yang sangat penting bagi para seniman tradisi menampilkan karya serta memperkenalkan kekayaan seni daerah kepada publik.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, para seniman, musisi, komunitas, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya Antasan Banjar Festival 2026,” ujarnya dikutip dari Media Center Kalsel.

Festival ini adalah untuk memberikan ruang bagi seniman dan musisi tradisi untuk menampilkan karya, sekaligus memperkenalkan kesenian daerah kepada masyarakat.

Antasan Banjar Festival 2026 berlangsung di UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (5/9/2026) malam. Foto: mckalsel

Baca juga : Bupati Banjar Imbau Masyarakat Tidak Membuka Lahan dengan Cara Membakar

Rusma menyoroti keragaman seni musik tradisional di Kalsel, seperti musik panting, gamalan Banjar, kintung, kuriding, dan berbagai jenis kesenian lainnya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, kekayaan budaya tersebut tidak boleh hilang, sehingga tugas bersama tidak hanya sekadar menjaga, tetapi juga mewariskannya kepada generasi penerus.

“Kita tahu, Kalimantan Selatan memiliki kekayaan kesenian yang luar biasa banyak. Ada musik panting, gamalan Banjar, kintung, kuriding, dan berbagai musik tradisi lainnya yang tumbuh di tengah masyarakat. Kekayaan ini tentu tidak boleh hilang. Karena itu, tugas kita tidak cukup hanya dengan menjaga, tetapi juga memperkenalkannya kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.

Baca juga : Rudy Ariffin Gubernur Kalsel 2005-2010 dan 2010-2015 Wafat

Dia berpesan kepada generasi muda Kalimantan Selatan agar tidak malu untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kesenian daerah sendiri di tengah arus perkembangan zaman yang begitu cepat.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan kebudayaan dan kesenian daerah dengan memperluas ruang berkarya bagi para seniman lokal,” tuturnya.

Festival dimeriahkan 13 kelompok seniman dari berbagai kabupaten/kota di Kalsel, seperti Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Tanjung, Barabai. Selain itu, terdapat perwakilan dari luar Kalimantan Selatan, yakni Pontianak, Kalimantan Barat, dengan kelompok Pucuk Pakis, serta Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan perwakilan Petala Borneo. (Kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie

Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca