Connect with us

Kabupaten Banjar

Data BPBD Kabupaten Banjar 1.192 Hektare Lahan Terdampak Karhutla

Diterbitkan

pada

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banjar. Foto: RSB Banjar

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Hingga awal September 2026 ini luas lahan terdampak karhutla di Kabupaten Banjar sejak 15 Juli 2026 dijadikan penetapan status siaga darurat bencana kabupaten mencapai 1.192 hektare.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan, angka tersebut berdasar data yang dihimpun pihaknya sejak status siaga darurat bencana ditetapkan.

“Sejak kita menetapkan status siaga darurat bencana kabupaten, total jumlah lahan yang terdampak adalah 1.192 hektare. Itu sesuai dengan data yang kami miliki,” ujar Wasis.

Kalak BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha. Foto: RSB Banjar

Baca juga : Pemkab Banjar dan TNI Perkuat Sinergi Tangani Karhutla

Menurut dia, proses pemadaman di sejumlah lokasi menghadapi tantangan tersendiri. Kondisi vegetasi yang didominasi semak, tanaman galam, serta pepohonan dengan ukuran cukup tinggi membuat petugas dan relawan harus bekerja lebih ekstra dalam menjangkau titik api.

“Sejauh bisa dijangkau selang, kita tetap upayakan pemadaman, seperti yang terjadi di sini,” ujar Wasis usai mendampingi bupati Banjar melakukan pantauan di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk.

Wasis menjelaskan, tantangan makin besar karena sebagian lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut.

Karakteristik gambut yang menyimpan bara di dalam tanah membuat api berpotensi kembali muncul meski permukaan telah berhasil dipadamkan.

Baca juga : Pantau Penanganan Karhutla, Bupati Banjar Turun ke Sungai Tabuk

“Kita tahu sendiri lahan gambut itu kita padamkan sekarang, bisa jadi besoknya nyala lagi, karena mungkin airnya kurang meresap ke dalam. Tapi itu tantangan kita. Begitu kejadian, kita upayakan pemadaman secara maksimal,” ujar dia.

Sementara itu, kondisi udara di Kabupaten Banjar dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perbaikan. Wasis Nugraha menyebut, kondisi udara saat ini berada pada kategori sedang, setelah sebelumnya sempat diselimuti kabut asap cukup pekat.

“Secara umum kalau untuk Kabupaten Banjar dalam tiga hari terakhir statusnya sedang. Kondisi udaranya sedang,” ujar Wasis.

Menurut dia, kondisi tersebut membaik dibandingkan empat hingga lima hari sebelumnya. Saat itu, kabut asap masih cukup pekat, terutama pada pagi hari, sehingga jarak pandang masyarakat ikut terganggu.

Baca juga : Wabup HSU Menutup KKN Magang Fakultas Pertanian ULM

“Empat, lima hari yang lalu kan pekat, di pagi hari itu pekat. Tapi sejak hari kemarin kita sudah lumayan, bahkan tadi pagi buka jendela jam enam pagi cerah,” katanya.

Selain kondisi udara, Wasis menyebut tren kejadian karhutla dalam beberapa hari terakhir juga mengalami penurunan.

Data tersebut dihitung secara kumulatif sejak Pemerintah Kabupaten Banjar menetapkan status siaga darurat bencana pada 15 Juli 2026.

Baca juga : Pemdes Tumbang Mangkutup Terima Bantuan Peralatan Penaggulangan Karhutla

“Kalau kita menghitung jumlah terbakar itu sejak ditetapkan status siaga darurat, kurang lebih 50 hari yang lalu, karena mulainya tanggal 15 Juli. Jadi secara kumulatif perhitungannya,” jelas Wasis.

Ia menambahkan, berdasar tren terakhir, jumlah kejadian karhutla per hari mulai menurun. Jika sebelumnya tercatat hingga delapan sampai 10 kejadian dalam sehari, kini jumlahnya turun menjadi sekitar empat kejadian.

“Dalam satu hari ada sampai delapan, sepuluh kejadian, hari ini tadi ada empat kejadian. Turun dan bisa dikendalikan,” pungkas Wasis. (kanalkalimantan.com/rsbbanjar)

Editor: Dhani


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca