Connect with us

HEADLINE

BNPB Kerahkan Dua Pesawat Cessna Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng

Diterbitkan

pada

Kebakaran hutan di Kalteng, membuat BNPB setempat mengerahkan dua pesawat cessna untuk operasi modifikasi cuaca. Foto: Beritasatu.com/Andre Faisal

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus meluas hingga mencapai lebih dari 1.500 hektare. Untuk mempercepat upaya pemadaman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan guna memadamkan api dengan mengerahkan dua pesawat Cessna untuk mencapai kawasan lahan gambut yang sulit dijangkau.

OMC dilakukan menggunakan pesawat Cessna yang disiagakan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Penyemaian awan (cloud seeding) dengan bahan natrium klorida (NaCl) dilakukan sejak pagi hingga malam hari sesuai kondisi pertumbuhan awan hujan.

BNPB mengerahkan dua unit pesawat untuk memaksimalkan operasi tersebut. Wilayah sasaran meliputi Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau, Kameloh Baru di Kota Palangka Raya, serta sejumlah titik di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Baca juga: “BAPINTAR” Diskominfo Banjarbaru, Membaca Dinamika Publik dari Informasi Digital

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan, operasi modifikasi cuaca menjadi langkah penting untuk membantu penanganan karhutla yang semakin meluas.

“Untuk modifikasi cuaca ini dilakukan berdasarkan pemantauan pertumbuhan awan hujan yang dilakukan pihak BMKG menggunakan pesawat Cessna. Berdasarkan arahan Kepala BNPB, kegiatan ini dapat dilakukan hingga malam hari dan telah mendapat dukungan penuh dari Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya,” kata Ahmad Toyib kepada wartawan, Senin (3/8/2026) siang.

Kondisi karhutla di Kalimantan Tengah saat ini semakin mengkhawatirkan. Titik api terus bermunculan di berbagai wilayah, meski sebagian di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Baca juga: Per Juli Nilai Tukar Petani Kalsel Naik 1,28 Persen

Menurut Ahmad, Satgas Karhutla telah bekerja maksimal di lapangan. Namun, minimnya sumber air akibat musim kemarau panjang menjadi kendala utama dalam proses pemadaman, khususnya di kawasan lahan gambut.

Berdasarkan data terbaru, luas hutan dan lahan yang terbakar di Kalimantan Tengah telah melampaui 1.500 hektare, mencakup kawasan hutan maupun lahan gambut.

Ahmad berharap operasi modifikasi cuaca yang telah berlangsung beberapa hari terakhir mampu memicu terbentuknya awan hujan dengan intensitas tinggi sehingga bara api yang berada di lapisan gambut dapat dipadamkan secara menyeluruh. (Kanalkalimantan.com/Beritasatu)

Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca