Connect with us

Infografis Kanalkalimantan

Hari Hepatitis Sedunia 2026: Hilangkan Hambatan yang Memisahkan dari Akses Layanan

Diterbitkan

pada

Hepatitis virus yaitu peradangan hati yang menyebabkan penyakit hati yang parah dan kanker hati. Grafis: rideka/kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM – Setiap tanggal 28 Juli diperingati Hari Hepatitis Sedunia sebagai Upaya meningkatkan kesadaran tentang hepatitis virus. Yaitu peradangan hati yang menyebabkan penyakit hati yang parah dan kanker hati.

Hari Hepatitis Sedunia 2026 mengangkat tema “Hepatitis: Mari kita atasi,” sebuah seruan untuk menghilangkan hambatan yang memisahkan masyarakat dari layanan yang dapat menyelamatkan nyawa mereka.

Hepatitis virus terus menjadi penyebab utama penyakit dan kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia.

Baca juga: PUPR Kalsel Terus Matangkan Pembangunan Jalan Lintas Tengah Tapin – Banjar

Alat-alat yang dibutuhkan untuk memberantas hepatitis virus sudah ada. Vaksin yang efektif, diagnosis yang akurat, pengobatan kuratif untuk hepatitis C, dan terapi seumur hidup untuk hepatitis B dapat mencegah infeksi, menyelamatkan nyawa, dan mengurangi kanker hati dan sirosis.

Meskipun demikian, jutaan orang tetap tidak terdiagnosis, tidak diobati, atau tidak dapat mengakses perawatan karena stigma, kesadaran yang terbatas, kesenjangan sistem kesehatan, dan ketidaksetaraan yang terus berlanjut.

Kampanye 2026 menyerukan untuk mengubah ilmu pengetahuan yang telah terbukti menjadi tindakan nyata melalui komitmen politik yang lebih kuat, investasi berkelanjutan, dan upaya untuk memperluas akses yang adil terhadap pencegahan, pengujian, pengobatan, dan perawatan.

Baca juga: Employee Volunteer Program PLN UPT Banjarbaru di Kawasan Wisata Bajuin

Pada tahun 2024, terdapat 287 juta orang yang hidup dengan hepatitis B atau C kronis. Hanya 45% bayi yang menerima vaksin hepatitis B dalam waktu 24 jam setelah lahir pada tahun 2024. Sebanyak 1,3 juta orang meninggal akibat hepatitis B dan C kronis pada tahun 2024.

Vaksin yang efektif, diagnosis yang akurat, pengobatan kuratif untuk hepatitis C, dan terapi jangka panjang untuk hepatitis B sudah tersedia dan terbukti. Alat-alat ini dapat mencegah infeksi, menghentikan penularan, dan menyelamatkan jutaan nyawa dengan mengurangi penyakit hati dan kanker hati.

Prioritas sekarang adalah memastikan intervensi ini ditingkatkan dan diberikan secara merata kepada semua yang membutuhkannya, yang memerlukan komitmen politik, investasi, dan akuntabilitas yang lebih kuat.

Baca juga: Budaya Kerja Sehat, PLN UIP3B Kalimantan Raih Lestari Awards 2026 Kategori Good Health & Wellbeing

Kemajuan yang berkelanjutan bergantung pada kepemimpinan dan partisipasi orang-orang yang terdampak hepatitis. Ketika masyarakat membantu membentuk kebijakan, program, dan layanan, respons yang diberikan menjadi lebih efektif, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Setiap orang seharusnya dapat memperoleh manfaat dari layanan pencegahan, pengujian, pengobatan, dan perawatan hepatitis yang direkomendasikan WHO. Memperluas akses bagi populasi yang kurang terlayani dan rentan melalui penyampaian layanan terpadu yang berpusat pada masyarakat sangat penting untuk mengurangi kesenjangan.

Layanan hepatitis harus terintegrasi dalam sistem perawatan kesehatan primer dan jaminan kesehatan universal sehingga pencegahan, diagnosis, pengobatan, dan perawatan tersedia sepanjang siklus hidup. Pendekatan multisektoral berbasis hak asasi manusia sangat penting untuk mengatasi hambatan akses. (Kanalkalimantan.com/kk)

Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca