Kabupaten Kapuas
Ancaman Penyusutan, Pemkab Kapuas Siapkan Moratorium Alih Fungsi Lahan Pertanian
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas bergerak cepat mengantisipasi ancaman penyusutan lahan pertanian guna mempertahankan status sebagai lumbung pangan utama di Kalimantan Tengah.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) hasil penelitian litbang yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kapuas di ruang rapat kantor Bupati, Jumat (19/6/2026) siang.
FGD secara khusus membedah kajian ilmiah bertajuk “Model Perencanaan Penggunaan Lahan untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Kapuas”. Agenda tersebut dipimpin Kepala Bapperida Kabupaten Kapuas, Ahmad M Saribi, dihadiri perwakilan Dinas Pertanian, tim peneliti Universitas PGRI Palangka Raya (UPPR), dan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kalteng.
Baca juga: 11 Wakil Rakyat Kalsel Tak Satupun Muncul, Warga Sidomulyo 1 Kecewa
Langkah berbasis data ilmiah ini diambil sebagai tindak lanjut atas koordinasi penyusunan Area of Interest (AoI) bersama Kementerian Koordinator di Jakarta. Data riset menunjukkan Kabupaten Kapuas menyumbang 43 persen produksi padi di Kalteng pada 2024.
Namun, wilayah ini dibayangi ancaman penyusutan 18.423 hektare sawah pada 2040 akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit. Kondisi penyusutan lahan pertanian itu berpotensi memicu defisit beras hingga 54 ribu ton per tahun.
Kepala Bapperida Kapuas, Ahmad M Saribi, menegaskan, potret eksisting dan proyeksi spasial dari UPPR ini akan menjadi dokumen pertimbangan utama dalam mengawal kebijakan ketahanan pangan di tingkat pusat.
Baca juga: Tari Topeng Srikandi Upaya Hidupkan Pertunjukkan Topeng Banjar
“Pemerintah daerah berkomitmen mengintegrasikan data ini ke dalam perencanaan jangka panjang demi memproteksi komoditas padi. Sebagai output konkret, Pemkab Kapuas segera menyinkronkan dokumen rekomendasi kebijakan,” katanya.
Regulasi tersebut mencakup skema moratorium alih fungsi lahan, proteksi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta optimalisasi tata air mikro sistem surjan ke dalam dokumen perencanaan daerah demi menjaga stabilitas pangan nasional. (Kanalkalimantan.com/ags)
Reporter: ags
Editor: kk
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluTukar Posisi 7 Pejabat Eselon II Pemko Banjarbaru, 91 ASN Mutasi dan Promosi
-
HEADLINE2 hari yang laluBNPB Kerahkan Dua Pesawat Cessna Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPanen Padi di Beruntung Baru, Bupati Banjar Apresiasi Semangat Petani Meski Hadapi Tantangan Cuaca
-
HEADLINE2 hari yang lalu“BAPINTAR” Diskominfo Banjarbaru, Membaca Dinamika Publik dari Informasi Digital
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluBanjarbaru Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan
-
HEADLINE23 jam yang laluSuhu Udara Kalsel Bisa Sentuh 23 hingga 35 Derajat Celsius


