Connect with us

HEADLINE

Tinggi Muka Air Sungai Riam Kiwa dan Riam Kanan Naik

Diterbitkan

pada

Plt Kalak BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Rifai. Foto: wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Peringatan dini terhadap potensi bencana banjir dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyusul ada kenaikan muka air sungai khususnya Sungai Riam Kiwa dan Sungai Riam Kanan di Kabupaten Banjar.

Hujan dengan intensitas menengah sampai tinggi melanda Zona 2 wilayah di Kalsel yang berpotensi terjadi bencana banjir.

Hal itu disampaikan, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana (Plt Kalak) BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Rifai saat diwawancarai, Rabu (10/12/2025) siang.

“Saat ini kita memasuki musim hujan menengah sampai tinggi, melanda wilayah Zona 2 meliputi wilayah sebagian Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Banjarbaru dan sebagian ada di Banua Anam, serta sebagian Tanah Laut,” ungkap Gusti Yanuar Rifai.

Baca juga: Longsor di Jalan Banjarbaru – Batulicin, Kendaraan Sementara Tak Bisa Melintas

Tangkap layar peta pantauan Balai Wilayah Sungai (BWS) oleh BPBD Kalsel. Foto: tangkap layar

Gusti Rifai menjelaskan, pemetaan wilayah potensi banjir di Kalsel dibagi menjadi tiga zona. Zona 1 telah dilalui oleh sejumlah wilayah di Kabupaten Batola, tepatnya pada bulan November lalu.

Sedangkan Zona 2 yang saat ini dilanda banyak wilayah seperti Banjarmasin hingga Kabupaten Banjar. Dan Zona 3 masuk wilayah Kotabaru.

“Diperkirakan oleh BMKG musim hujan di Zona 2 terjadi sampai akhir Desember nanti, makanya saat ini intensitas hujan mulai tinggi,” sambung dia.

Dia mengatakan seluruh imbauan diberikan BPBD Kalsel melalui kanal media sosial Instagram, salah satunya terkait kenaikan muka air Sungai Riam Kiwa dan Sungai Riam Kanan.

“Adapun untuk batas ketinggian Sungai Riam Kiwa 185 meter dan per 9 Desember kemarin ketinggian muka air Riam Kiwa mencapai 8,3 meter, sehingga itu tinggal 0,2 meter saja itu sudah waspada,” sebutnya.

Kemudian berdasarkan data batas ketinggian Sungai Riam Kanan adalah 7,5 meter. Sementara per tanggal 9 Desember BWS Kalimantan III memantau ketinggian air mencapai angka 6,5 meter.

Meski kenaikan air di kedua sungai ini mencapai tititk waspada kemarin, namun Rifai memastikan hari ini ketinggian air mulai menurun disusul cuaca panas yang terjadi sejak pagi hari.

“Jadi memang early warning lah untuk daerah-daerah itu, hari ini terpantau sejak tadi pagi sudah turun, dan hari ini panas, maka turun lagi ketinggian airnya,” imbuh Rifai.

Menyusul peringatan dini ini pula katanya BPBD Kalsel menginstruksikan kabupaten dan kota dapat kembali mengaktifkan setiap pos-pos yang bergerak di daerah-daerah rawan banjir.

“Termasuk pesisir sudah semuanya kita instruksikan. Pak Gubernur bahkan BNPB sebelumnya meningkatkan kewaspadaan untuk daerah pesisir,” jelasnya.

Banjir di Kalsel hingga saat ini terdata hanya wilayah Banjarmasin dan Kabupaten Banjar yang tergenang akibat puncak rob karena ketinggian muka air sungai.

“Tapi hari ini kembali surut dan memang kemarin laporan dari BMKG untuk banjir rob itu kemarin puncaknya, mudah-mudahan tidak ada bencana di daerah kita,” tutupnya.

Di samping itu imbauan turut diberikan akan bencana lainnya seperti tanah longsor hingga angin puting beliung. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca