Kota Palangkaraya
Hatir Sata Tarigan Dorong Pemko Palangka Raya Perkuat PAD di Tengah Pemangkasan TKD
KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA– Pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota Palangka Raya untuk segera memperkuat kemandirian fiskal melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, menegaskan bahwa pembangunan di ibu kota Kalimantan Tengah tidak boleh terus mengandalkan dana pusat.
“Kalau kita terus bergantung pada TKD, pemangkasan seperti yang terjadi sekarang pasti menghambat percepatan pembangunan,” ujar Hatir, Kamis (23/10).
Ia menyebut, kondisi penyesuaian anggaran itu terjadi secara nasional karena pemerintah pusat tengah memprioritaskan sejumlah program, salah satunya Makan Bergizi Gratis yang diperkirakan menyasar sekitar 100 ribu siswa di Palangka Raya.
Baca juga: Pemkab – DPRD HSU Sepakati Tiga Buah Raperda
“Pemangkasan ini harus dilihat sebagai momentum. Pemerintah kota wajib menggali potensi PAD secara maksimal,” tegasnya.
Menurut Hatir, daerah tetap memiliki peluang besar meningkatkan kemampuan fiskal meski dana transfer berkurang. Dengan PAD yang kuat, pembangunan dapat berjalan tanpa menunggu intervensi pusat.
“Ini waktunya Pemko dan DPRD bersama-sama mengoptimalkan PAD agar pembangunan tidak lagi bergantung pada TKD,” katanya.
Salah satu sektor yang dinilai masih potensial adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hatir menilai pajak bukan beban masyarakat selama pengelolaannya transparan dan profesional.
“Masih banyak warga yang belum sadar atau lupa membayar PBB. Sosialisasi harus lebih masif. Pajak itu kewajiban bersama untuk membangun daerah,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tetap bekerja optimal meski anggaran mengalami penyesuaian.
“OPD harus tetap semangat. Jangan sampai pemotongan anggaran menurunkan motivasi. Maksimalkan dulu yang ada sambil menunggu situasi anggaran kembali stabil,” tutupnya.(Kanalkalimantan.com/rls)
Reporter: rls
Editor: Rdy
-
HEADLINE2 hari yang laluRudy Ariffin Gubernur Kalsel 2005-2010 dan 2010-2015 Wafat
-
HEADLINE1 hari yang laluTiga Dekade Menanti Rumah Ibadah GBI Kemah Kesaksian Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluBPBD Kalsel: 2.586 Kejadian Karhutla, Luas Terbakar 16.539,65 Hektare
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluData BPBD Kabupaten Banjar 1.192 Hektare Lahan Terdampak Karhutla
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPantau Penanganan Karhutla, Bupati Banjar Turun ke Sungai Tabuk
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPemkab Banjar dan TNI Perkuat Sinergi Tangani Karhutla


