Connect with us

HEADLINE

Cabut Status Karhutla, Banjarbaru Beralih Siaga Cuaca Ekstrem 

Diterbitkan

pada

Peristiwa pohon tumbang yang terjadi di Jalan Panglima Batur,  Banjarbaru, pada Juni 2025. Foto: wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan mencabut status siaga bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (kahurtla) pada musim kemarau tahun 2025.

Saat ini Kota Banjarbaru sedang pada masa peralihan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi musim hujan di Ibu Kota Kalimantan Selatan ini bakal terjadi pada November mendatang.

Menyikapi hal itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru Zaini Syahranie mengatakan pihaknya telah menyiapkan kesiapsiagaan cuaca ekstrem.

Baca juga: Jika Dibongkar, Pemilik Warung Remang-remang Ilegal Minta Ganti Rugi

Kalak BPBD Kota Banjarbaru Zaini Syahranie. Foto: wanda

“Sesuai dengan rilis yang disampaikan dari BMKG bahwa Kota Banjarbaru pada bulan November sudah terjadi hujan,” ujar Kalak BPBD Kota Banjarbaru Zaini Syahranie, Jumat (19/9/2025).

Zaini menjelaskan hujan yang terjadi pada periode cuaca ekstrem bakal berpotensi menimbulkan banjir, angin puting beliung, hingga tanah longsor.

Beberapa hujan yang sudah terjadi saat ini, katanya dapat berpotensi membuat pohon tumbang.

Baca juga: Bentuk Destana Desa Gelagah, BPBD HSU Latih 42 Relawan Tangani Tanggap Darurat

“Sehingga kami pun sebenarnya sudah menyiapkan kesiapsiagaan cuaca ekstrem di Kota Banjarbaru, karena memang masih kondisi cuaca kita yang hujan, sehingga ada pohon-pohon yang tumbang,” ungkap Zaini.

Prediksi yang disampaikan BMKG itu pula katanya menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Banjarbaru untuk menetapkan status darurat cuaca ekstrem.

“Karena saat ini kita sudah mengakhiri siaga Karhutla di tanggal 13 September lalu, menyusul wilayah kita juga kerap dilanda hujan, kita sudah tidak menggunakan status itu. Jadi yang kita hadapi adalah status cuaca ekstrem yang kita hadapi sekarang,” imbuhnya.

Baca juga: Sekitar 200 Anak Ikuti Baayun Maulid di Martapura

Di sisi lain saat ini pihaknya tetap siaga untuk melakukan penanganan apabila terjadi pohon tumbang ketika hujan melanda di Ibu Kota Kalsel.

“Penanganan awal melalui kita BPBD sendiri, kita lihat keadaannya apakah itu pohon itu terlalu rumit atau dan sebagainya. Yang jelas kita sudah koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Pemukiman dan PLN pun juga kita beritahu,” jelas dia.

Melalui Call Center 112, masyarakat juga bisa melaporkan segala bentuk keadaan kedaruratan yang terjadi di wilayahnya.

“Sampai saat ini Call Center 112 masih aktif untuk masyarakat menyampaikan kalau terjadi keadaan darurat bencana yang ada di Kota Banjarbaru,” tuntas Zaini. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca