HEADLINE
Menengok Sekolah Rakyat di Banjarbaru: Tinggal Dalam Asrama, Anak Putus Sekolah hingga Keluarga Pisah
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Ratusan murid nampak antusias belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama.
Sekolah ini merupakan salah satu Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru berada di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Jalan Trikora, Kecamatan Landasan Ulin.
Pelaksanaan program inisiasi Presiden Prabowo Subianto resmi dimulai pada tahun ajaran 2025/2026 yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis dan berkualitas. Salah satunya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, anak-anak jenjang SMP dan SMA yang memiliki latar belakang ekonomi hingga latar belakang keluarga yang berbeda mendapatkan kesempatan merasakan sekolah dengan fasilitas mulai dari pembelajaran, asrama, hingga konsumsi disediakan oleh negara.
Baca juga: Antusias Warga Menyaksikan Fenomena Bulan Merah dari Lapangan Murdjani

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Rifki Hakim. Foto: wanda
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Rifki Hakim menjelaskan, latar belakang murid yang berbeda menjadi keunikan sendiri dalam proses belajar di Sekolah Rakyat ini
“Keunikan di tempat kita itu siswanya itu tidak satu angkatan, jadi ada yang sudah putus sekolah selama 2 tahun. Ada yang dulu pernah SMA kelas 1, tapi berhenti, terus kita mengulang dari kelas 1 lagi, bekal yang dimiliki mereka beda-beda,” ujar Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, kepada Kanalkalimantan.com, Senin (8/9/2025) siang.
Meski begitu, proses belajar mengajar dilakukan layaknya sekolah pada umumnya, yakni para murid sekolah pada hari Senin hingga Jumat, kemudian pada hari Sabtu pembelajaran ekstra kulikuler.
“Belajar mengajar di sini itu sama dengan sekolah reguler dari 08.00 – 16.00 untuk yang jenjang SMA. Kemudian yang untuk jenjang SMP itu sama, tapi waktunya akan lebih pendek karena di situ jumlah jam belajar lebih pendek, jadi sampai 15.00 Wita saja,” sebut dia.
Keunikan lain yang jarang bisa ditemui di sekolah umum adalah pembelajaran diselingi dengan kegiatan kokurikuler yang akan diisi pembelajaran vokasi hingga kegiatan ekstra kurikuler.
Baca juga: Bupati Balangan Bantah Terlibat Korupsi di Perseroda ADS
“Jadi apa yang menjadi minat dan bakat mereka akan diarahkan setelah jam pembelajaran, dari jam setelah Ashar sampai Magrib, nanti kita akan mengadakan pembelajaran vokasi. Setelah Maghrib, mereka diberi pendidikan karakter seperti kajian atau sesi curhat, sesi pendekatan,” jelasnya.
Melalui kegiatan itu para guru dan tenaga pendidik ingin membangun atau menambahkan motivasi tentang kehidupan pada masing-masing murid di Sekolah Rakyat .
Mengingat dinamika yang dijalani oleh anak-anak di Sekolah Rakyat sendiri katanya dinilai berbeda-beda sehingga kunci sabar menjadi yang utama dipegang oleh para tenaga pendidik, wali asuh hingga wali asrama.
“Satu kunci yang saya pegang dan saya sebarkan kepada para pendidik juga wali asuh, wali asrama
Itu yaitu sabar. Kalau tidak sabar kita akan kesulitan sendiri menghadapi anak-anak karena dinamikanya luar biasa terutama lingkungan mereka ada yang masih terbawa dari rumah sampai kesini harus kita rubah satu persatu,” ungkap Rifki.
Rifki memberikan contoh bahwa di Sekolah Rakyat ini hampir rata-rata anak-anak berasal dari lingkungan keluarga broken home.
Baca juga: Bupati H Sahrujani Melantik Dewan Hakim MTQ Ke-51 Tingkat Kabupaten HSU
Ada yang memang tidak tinggal dengan orangtuanya, ada juga yang tinggal dengan ayah atau bahkan ibu saja. Beberapa murid juga tinggal dengan kakek nenek atau keluarganya.
Dari sisi latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, ada murid yang memang sudah putus sekolah. Pernah berjualan yau tahu caranya mencari uang, tiba-tiba dikembalikan ke jalur sekolah.
“Kalau ada anak-anak yang dari dulu suka merokok, sampai ke sini otomatis akan terbawa kan hal-hal tersebut maka kita berikan pengertian supaya kita bisa sedikit perlahan-lahan untuk mengurangi itu,” jelanya.
Di samping itu antisipasi murid yang home sick atau kerindungan terhadap rumah menjadi tantangan yang harus dihadapi seluruh tenaga pendidik.
“Seperti di minggu pertama, minggu kedua, bahkan sampai awal bulan pertama itu semua siswa hampir masih merasakan pengen pulang. Jadi bagaimana cara kita mengelola kebetahan itu dulu. Yang penting mereka betah, mereka nyaman di sini kemudian nanti baru kita masukin untuk proses-proses belajar mengajar,” jelasnya lagi.
Baca juga: Gebyar Panutan Pajak Kendaraan 2025, Bupati HSU Minta ASN Patuh Bayar Pajak
Masih kata Rifqi dengan konsep boarding school juga para murid tidak diperkenankan untuk menggunakan smartphone atau gadget selain pada saat jam kunjungan orangtua atau wali murid.
“Kunjungan setiap harinya dari pukul 4 sore sampai jam 8 malam. Kemudian hari minggu jam 8 pagi sampai jam 4 sore,” tutup Rifki.
Baca juga: Berbagi Bersama Rekan Ojol di Musda VI PKS Banjarbaru

Yusril Ahsan, murid Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Foto: wanda
Salah satu murid asal Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Yusril Ahsan (12) mengaku kerap rindu orangtua di rumah. Saat kunjungan Yusril biasanya bertemu dengan kakaknya yang berada di Martapura, Kabupaten Banjar.
“Biasanya dijenguk kakak, karena jauh kan orangtua,” ujar Yusril Ahsan.
Dia mengaku senang bisa menjadi bagian murid Sekolah Rakyat di Banjarbaru ini.
“Seru bisa belajar mendapatkan ilmu untuk menggapai cita-cita,” akunya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluSilaturahmi Bupati HSU dengan Para Marbot Masjid
-
HEADLINE1 hari yang laluDPKP Kalsel Optimalkan Pemulihan Lahan Pertanian Pascabanjir
-
Kabupaten Kapuas21 jam yang laluPenataan Blok Pasar di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi
-
NASIONAL1 hari yang laluMenkomdigi di HPN: Pers Tak Boleh Kalahkan Kepercayaan Publik Demi Kecepatan dan Algoritma
-
Kabupaten Banjar23 jam yang laluPimpin Rakor Mingguan, Bupati Soroti Pengelolaan Taman CBS
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara24 jam yang laluBupati HSU Dorong Kerjasama Solid Antar ASN dalam Pembangunan Daerah


