Connect with us

Dishut Kalsel

Dinas Kehutanan Kalsel dan KKMD Lakukan Studi Tiru ke Jawa Timur

Diterbitkan

pada

Dishut Kalsel studi tiru ke Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Brantas Sampean. Foto: Dishut Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kalsel melakukan studi tiru ke Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Brantas Sampean.

Studi tiru ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel sekaligus Ketua KKMD, Fathimatuzzahra, S.Hut., M.P., dengan tujuan mendalami pengelolaan mangrove yang berhasil diterapkan di Jawa Timur, tim KKMD diantaranya BPDAS Barito, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, UP Lahan Basah ULM, Forum DAS, Dinas PMD dan Dinas Kelautan provinsi Kalsel turut serta dalam kegiatan tersebutz

Pada hari pertama, rombongan diterima di kantor BPDAS Brantas Sampean oleh Kepala BPDAS, Ir. Djarot Prihambodo, M.Si., perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Antok Bintang Nugroho, S.Hut.,MM serta Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Lumajang Achmad Achyani, S.Hut.,M.M , Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat BPDAS Brantas Sampean ini menjadi ajang diskusi intensif mengenai strategi pengelolaan mangrove yang telah berhasil dilakukan di wilayah Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Fathimatuzzahra mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk belajar dan mengadopsi praktik terbaik pengelolaan mangrove. “Kami ingin memastikan bahwa program penanaman mangrove di Kalimantan Selatan dapat berhasil seperti yang sudah diterapkan di Jawa Timur. Harapannya, kami mendapatkan ilmu tentang pengelolaan mangrove yang baik dan benar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPDAS Brantas Sampean, Ir. Djarot Prihambodo, M.Si., menyambut baik kunjungan ini dan berbagi pengalaman terkait program rehabilitasi mangrove yang telah dilakukan di wilayah kerjanya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok kerja, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove agar tetap lestari.

Studi tiru ini diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian mangrove di Kalimantan Selatan. Selain meningkatkan keberhasilan program rehabilitasi, langkah ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem pesisir dan masyarakat yang bergantung pada keberlanjutan mangrove.(kanalkalimantan.com/kk)

Editor: kk


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca