HEADLINE
Melestarikan Tradisi Baayun Maulid di Museum Lambung Mangkurat
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan menggelar tradisi Baayun Maulid diikuti 155 orang.
Acara Baayun Maulid bertepatan 24 Rabiul Awal 1444 atau Kamis (20/10/2022).
Peserta Baayun Maulid paling muda baru berumur dua pekan dan tertua umur 83 tahun, dengan peserta terjauh Tabalong.
Gubernur Kaslel, Sahbirin Noor mengatakan sangat mengapresiasi Baayun Maulid yang diadakan Museum Lambung Mangkurat untuk menjaga dan merawat tradisi Banua.
“Hari ini 150 peserta, tahun depan harus bisa mentargetkan 1.000 orang peserta,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Suprihanto mengatakan, kegiatan Baayun Maulid memang hanya menargetkan 150 peserta, namum antusias masyarakat yang sangat luar biasa sehingga ditambah.
“Pada awalnya menargetkan 150 peserta, karena antusias masyarakat mendaftar secara mendadak, kami tambah jadi 155 peserta,” katanya.

Adanya apresiasi dari Gubernur Kalsel, kata Suprihanto, pihak Museum Lambung Mangkurat akan mengembangkan jadi 1.000 peserta untuk tahun depan.
“Mudah-mudahan itu bisa tercapai dan kita akan menyiap sarana dan prasarana lebih untuk acara Baayun Maulid akan datang,” jelasnya.
Baca juga: Bawaslu HSU Ajak Masyarakat Terlibat Pengawasan Tahapan Pemilu 2024
Salah seorang orangtua peserta, Desy Gina mengatakan, alasannya ia mengikuti acara Baayun Maulid ini merupakan tradisi dari orangtuanya secara turun-temurun.
“Karena baayun ini sudah menjadi turun-temurun dari orangtua ke orangtua,” kata ibu dari Muhammad Alfi Syakir ini.
Dirinya memilih ikut di Museum Lambung Mangkurat ini dikarenakan diadakan secara beramai-ramai dengan warga yang lain.
Kegiatan Baayun Maulid yang diselenggarakan Museum Lambung Mangkurat diselenggarakan secara gratis, peserta hanya membawa tapi bahalai (sarung panjang) 3 lembar, serudung atau selendang 3 lembar, foto peserta dan mengisi formulir.
Baayun Maulid sendiri merupakan budaya yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu, untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dimana dalam penerapannya setiap ibu akan mengayun anaknya dengan membaca maulid Nabi Muhammad SAW. (Kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluKemensos RI Berikan Bantuan Atensi Rp582 Juta kepada Warga Kapuas
-
HEADLINE3 hari yang laluPolda Kalteng Proses 123 Kasus Karhutla, 28 Orang Tersangka
-
HEADLINE1 hari yang lalu22 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Tak Tercatat Manifes
-
Kabupaten Kapuas18 jam yang laluPemkab Kapuas Luncurkan QRIS Digitalisasi Pembayaran Retribusi
-
Olahraga3 hari yang laluPengurus Taekwondo Indonesia Kota Banjarmasin Dilantik
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluDinsos P3AP2KB Banjar Bantu Warga Pemilik Rumah Tak Layak Huni di Gudang Hirang


