HEADLINE
‘Kiamat’ ATM Diprediksi Kian Dekat
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Kebiasaan para nasabah bank dalam bertransaksi kini semakin berubah. Data terkini Bank Indonesia (BI) menyebutkan, kini masyarakat semakin memilih transaksi online dibandingkan mendatangi anjungan tunai mandiri (ATM).
Hal ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo, yang menjelaskan, kini perkembangan transaksi berkembang pesat hingga perlahan mengubah gaya hidup masyarakat.
“Terutama dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital serta akselerasi digital banking,” kata Perry, Kamis (2/6/2022) seperti dilansir Suara.com -jaringan kanalkalimantan.com.
Pada awal tahun ini, data BI memperlihatkan, transaksi uang elektronik tumbuh 66,65% secara tahunan mencapai Rp 34,6 triliun. Nilai transaksi bank digital juga naik 62,82% secara tahunan menjadi 4.314,3 triliun.
Baca juga : Cabuli Anak di Bawah Umur, Oknum ASN Diamankan Satreskrim Polres Barsel
Meski mengalami peningkatan transaksi, saat ini transaksi melalui ATM, kartu debet dan kartu kredit sudah jauh tertinggal dibandingkan transaksi digital. Perry menyebut, transaksi pembayaran menggunakan ATM hanya tumbuh 14,39% yoy menjadi Rp 711,2 triliun.
Sedangkan transaksi melalui QRIS terus meningkat sejalan dengan akseptasi masyarakat baik secara nominal maupun volume masing-masing 290% yoy dan 326% yoy.
“Bank Indonesia terus mendorong inovasi sistem pembayaran serta menjaga kelancaran dan keandalan sistem pembayaran,” kata Perry.
Ketua Perhimpunan Bank Nasinal (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, meningkatnya transaksi digital menekan eksistensi ATM di masa depan.
“Tantangan bank sekarang adalah bagaimana mempensiunkan model lama contohnya ATM. Bagaimana dengan masa depan ATM, apakah masih relevan?akankah dihapus ketika tidak ada lagi transaksi transaksi tunai area publik?” ujar Kartika dalam Kartika dalam ‘side event’ G20 Indonesia “Casual Talks on Digital Payment Innovation”.
Baca juga : Anggota DPR Mukhtarudin Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Barsel
Terlebih, dengan perkembangan yang amat cepat ini, ia berharap bisnis acquiring perbankan (kerja dengan dengan pedagang dalam memproses data alat Pembayaran Menggunakan Kartu yang diterbitkan oleh pihak lain) semakin diperhatikan.
Alasannya tidak lain karena hampir semua bank memiliki bisnis acquiring dengan menggunakan POS (point of sales) dan EDC (electronic data capture). Pertanyaannya apakah hal ini tetap menjadi keunggulan kompetitif atau ini menjadi komoditas. (Suara.com)
Editor : kk
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluHari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluPemko Banjarbaru Peringkat 1 Indeks Kualitas Data BKN Regional VIII
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluKH Hasanuddin Pimpin Salat Hajat Peringatan Hari Jadi Ke-76 Kabupaten Banjar
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluSinergi Pemkab HSU – Aisyiyah Jalankan Strategi Pencegahan Perkawinan Anak
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluHari Jadi Ke-76 Kabupaten Banjar, DPRD Banjar Gelar Rapat Paripurna
-
DPRD KAPUAS2 hari yang laluKomisi IV DPRD Kapuas Konsultasi Mekanisme Pembahasan APBD Perubahan





