Hukum
BPN Banjarbaru Catat Landasan Ulin Tertinggi Kasus Tumpang Tindih Tanah
BANJARBARU, Seakan tak ada habisnya sengketa tanah di Kota Banjarbaru, status kepemilikan tanah jadi masalah cukup rumit. Baik tanah yang telah lama tidak digarap atau tanah yang tidak ada kejelasan siapa pemiliknya.
Hingga kini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banjarbaru setiap bulan selalu menerima laporan adanya lahan yang kepemilikannya saling tumpang tindih.
Jika dirata-ratakan, menurut Kepala BPN Banjarbaru Yanuari, setiap bulan mereka menerima 10 pengaduan sengketa tanah dengan kasus yang berbeda-beda.
“Biasanya yang tumpang tindih ini karena surat-surat sporadik,†katanya.
Permasalahan tumpang tindih kepemilikan atas satu wilayah tanah seringkali mereka harus menyelesaikannya dengan cara memanggil para pemilik untuk mediasi.
“Biasanya kita lihat surat-suratnya, mana yang lebih lama. Lalu dilakukan survei lapangan,†kata Yanuari.
Ditanya di daerah mana seringkali terjadi kasus sengketa tanah?, Yanuari menyebut, Kecamatan Landasan Ulin adalah wilayah terbanyak kasus tumpeng tindih kepemilikan tanah karena di sana banyak ditemukan lahan kosong.
“Peran kelurahan sangat penting sebenarnya, untuk tidak serta merta mengeluarkan surat sporadik. Sebab, dengan surat itu orang-orang bisa menjual tanah. Padahal, ternyata tanah yang dijual sudah ada pemiliknya,†ujarnya.
Tidak hanya wilayah Landasan Ulin saja yang bermasalah, kasus sengketa tanah terbanyak kedua ada di sepanjang Jalan Trikora. “Di Jalan Trikora itu kasusnya sama, lantaran banyak lahan kosong yang mudah dikuasai,†tambah Yanuari.
Yanuari mengimbau kepada masyarakat, agar benar-benar teliti jika ingin membeli bidang tanah. Pastikan dulu kepemilikannya, agar tidak terbeli tanah bersengketa.
“Kasihan, orang yang membeli tanah dengan surat sporadik. Ternyata di tanah yang sama, ada orang yang sudah memiliki sertifikatnya,†ujarnya.
Adapun permasalahan tanah sporadik sepertinya masyarakat harus benar-benar teliti saat akan membeli lahan, jangan mudah tergiur dengan berbagai macam tipu muslihat para penjual atau makelar tanah untuk membeli lahan yang tak jelas kepemilikannya. Karena yang akan merugi adalah pembeli lahan baru tersebut.  (devi)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
HEADLINE2 hari yang laluKapal Virgo Transport 8 Dibangun 1987, Baru Operasi 8 Juli Layani Rute Surabaya-Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluTenggelam di Laut Jawa, Kapal Virgo Transport 8 Rute Surabaya-Banjarmasin Angkut 243 Orang
-
HEADLINE2 hari yang laluEnam Meninggal Dunia, 103 Orang Dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8
-
Olahraga3 hari yang lalu1.200 Pelari Jajal Rute 5,3 Km Heritage Run 2026 di Banjarbaru
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluPemkab HSU Target Pertahankan Predikat Terbaik Akreditasi Perpustakaan 2026
-
HEADLINE1 hari yang laluMenhub: KNKT Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8


