Kalimantan Tengah
Aksi Cabul di Bawah Jembatan, Pemuda 18 Tahun di Muara Teweh Diadukan ke Polisi
KANALKALIMANTAN.COM, MUARA TEWEH – Aksi amoral dilakukan oleh pemuda berinisial MR yang tega melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Pemuda berusia 18 tahun dipolisikan oleh ayah korban gara-gara berbuat cabul.
Kasus pencabulan ini terungkap setelah ayah korban yang masih berumur 13 tahun diceritakan anaknya. Merasa tak terima, sang ayah melaporkan MR ke polisi.
Kapolsek Montallat Iptu Rahmat Tuah membenarkan laporan dugaan pencabulan anak di bawah umur tersebut.
Baca juga: AMAN Kritik Jokowi Berbaju Badui: RUU Masyarakat Adat Sudah 12 Tahun Tak Disahkan
Polisi lalu mengamankan pelaku MR untuk dimintai keterangan. Kepada polisi, MR pun mengakui perbuatanya.
Dia bilang, aksi cabul dilakukannya terhadap anak di bawah umur di kawasan Jembatan, Kelurahan Tumpung Laung, Montalallay, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Senin (9/8/2021) sekira pukul 19.30 WIB.
MT mengaku mencium dan menggerayangi korban pada malam itu.
“Ayah korban tidak terima hingga melaporkan perbuatan pencabulan terhadap anaknya ke polisi,” ujar Rahmat Tuah seperti dikutip dari 1tulah.com, Senin (16/8/2021).
Hasil pemeriksaan lebih lanjut, MR ternyata pernah tersandung kasus hukum.
“Sekarang pelaku sudah diamankan. Ia juga tercatat pernah melakukan tindakan kriminal lain,” sambungnya.
Gara-gara aksi bejatnya, MR dijerat Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76 UU nomor 17/2016 tentang Tindak Pidana Perlindungan Anak.
Adapun ancaman hukumannya yakni pidana lima tahun paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 15 miliar. (Suara.com)
Editor : kk
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluArti Warna Merah dalam Tradisi Imlek
-
HEADLINE3 hari yang laluMalam Imlek Penuh Khidmat di Klenteng Karta Raharja Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluHilal di Kalsel Tidak Terlihat, 1 Ramadan Menunggu Keputusan Pusat
-
Lifestyle2 hari yang laluIni Makna di Balik Shio Kuda Api Imlek 2026
-
HEADLINE2 hari yang lalu1 Ramadan Resmi Jatuh Kamis 19 Februari
-
HEADLINE1 hari yang laluKasus Pencabutan SHM Transmigran Sepihak di Kotabaru, Kementrans Kirim Tim Investigasi

