Kota Banjarbaru
25 Tahun Ditetapkannya Rafflesia Arnoldii sebagai Bunga Nasional
BANJARBARU, Hari ini, tepat 25 tahun semenjak dikeluarkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Ya, pada tanggal 9 Januari 1993 silam, Rafflesia Arnoldii ditetapkan sebagai bunga nasional Indonesia, dan selanjutnya dikukuhkan sebagai Padma Raksasa yang tergolong dalam puspa langka.
Google Indonesia pun, hari ini menempatkan animasi Rafflesia Arnoldii di Google Doodle. Sebagai satu bunga yang dijadikan sebagai bunga nasional, Rafflesia memiliki sejarah dibalik penamaanya tersebut.
Rafflesia Arnoldii merupakan nama ilmiah yang diberikan kepada bunga raksasa yang memiliki ciri khas berbau busuk ini. Dalam pemberian sebuah nama ilmiah terhadap suatu jenis flora dan fauna, terkadang pemberian nama berdasar pada nama penemu, tempat, atau lainnya.
Pada kasus Rafflesia Arnoldii ini, tumbuhan ini ditemukan oleh seorang Letnan Gubernur di Bengkulu bernama Sir Thomas Stamford Raffles dan asistennya dr. Joseph Arnoldi yang pada tahun 1818 saat melakukan ekspedisi sekaligus penelitian di hutan belantara Bengkulu.
Dari gabungan kedua nama penemu ini akhirnya diberikanlah nama ilmiah Rafflesia Arnoldii yang mengambil nama dari kedua orang ini yang mempublikasikan tumbuhan ini secara luas melalui hasil penelitian yang mereka lakukan.
Pada tahun 1818 tersebut Arnold bekerja untuk sebuah tim ekspedisi dibawah Gubernur Jendral Sir Thomas Stamford Raffles dan melaporkan temuan atas bunga raksasa tersebut kepada Raffles. Atas sejarah itulah, seluruh genus rasasa diberi nama Rafflesia, dan Bunga Rafflesia terbesar diberi nama Rafflesia arnoldi yang merupakan gabungan dari nama Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Joseph Arnold sebagai penemu bunga tersebut. Sejak saat itulah nama Raffles melekat sebagai nama genus ilmiah dari tumbuhan raksasa yang hanya ada di kawasan hutan-hutan Asia Tenggara.
Di Indonesia Rafflesia memiliki sebaran habitat berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Tumbuhan terkanal dengan bau busuk ini memiliki sebaran dan habitat di hutan pegunungan bawah Jawa Barat, hutan dataran rendah di sepanjang pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, hutan dataran rendah Taman Nasional Meru Betiri, serta hutan tropis di Pulau Sumatera.
Ada beberapa lokasi yang sering ditemui tumbuh bunga Rafflesia arnoldii antara lain di TN Kerinci Seblat, TN Bukit Barisan Selatan yang merupakan lokasi yang ditetapkan sebagai pusat konservasi tumbuhan ini, Pusat Pelatihan Gajah Seblat yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara, dan Padang Guci Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.
Kebanyakan orang masih banyak yang mengira bahwa bunga lain yang memiliki bau busuk seperti bangkai sama dengan bunga Rafflesia ini. Orang-orang kebanyakan ada yang mengira jenis bunga bangkai (Amorphophallus titanium) adalah bunga Rafflesia, padahal kedua jenis bunga ini memiliki perbedaan.
Bunga Rafflesia arnoldii merupakan tumbuhan yang tidak memiliki akar, tidak memiliki daun, tidak berbatang jadi hanya bunga yang keluar dari dalam tanah. Bunganya jika mekar memiliki diameter sampai 1 meter dengan berat mencapai 11 kg sehingga bunga ini dinyatakan sebagai bunga bangkai terbesar di dunia.
Bunga yang memiliki kemampuan untuk mengundang lalat lain datang membantu penyerbukannya merupakan bunga parasite yang merambat, sehingga menggunakan inangnya sebagai sumber organic dan anorganik yang bergunan untuk pertumbuhannya.
Bunga ini memiliki 5 kelopak yang mengelilingi lubang seperti mulut gentong yang di dalamnya terdapat alat kelamin, baik itu putik ataupun benang sari tergantung jenis kelamin dari bunga tersebut.  Usia bunga rafflesia arnoldi sangat singkat hanya 5 hingga 7 hari saja dan setelah itu bunga akan layu dan mati.
Proses pembuahan yang terjadi pada saat masa hidup bunga rafflesia arnoldi sangatlah kecil prosentasenya karena di dalam satu bunga sangat jarang yang memiliki dua jenis kelamin sekaligus.  Sedangkan yang menolong untuk melakukan pembuahan, hewan lalat juga tidak pasti apakah datang ke dalam bunga atau tidak.
Proses hidup bunga ini sangat tergantung dari keberadaan inangnya (biasanya adalah akar dari pohon yang cukup besar).  Oleh karena itu jika pohon-pohon di hutan yang berfungsi sebagai inang tumbuhan ini tidak ada maka keberadaan bunga ini pun dipastikan tidak akan ditemukan.
Saat ini keberadaan bunga Rafflesia arnoldi terus mengalami ancaman. Ancaman tersebut berasal dari tingginya laju deforestasi, kebakaran hutan, serta makin menurunnya luas hutan alam Sumatera menjadi ancaman serius bagi kelestarian si puspa langka ini. Selain itu, ancaman juga datang dari masyarakat yang merusak dan mengambil putik bunga raflesia untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional. (Abdullah/berbagai sumber).
Editor : Chell
-
Pemprov Kalsel2 hari yang laluDisdikbud Kalsel Siapkan Program Peningkatan Kapasitas Siswa SMK
-
HEADLINE2 hari yang laluSekda Banjarmasin Jadi Staf Ahli, Tujuh Pejabat Kena Rotasi
-
HEADLINE2 hari yang laluTatap Muka Normal, Pemerintah Batalkan Pembelajaran Daring
-
Kota Banjarmasin1 hari yang laluDijadikan Staf Ahli, Ini Kata Mantan Sekda Banjarmasin Ikhsan
-
HEADLINE1 hari yang laluHaul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Sejak Kecil Sudah Punyai Keistimewaan
-
Olahraga2 hari yang laluPopda Kalsel 2026 Tahapan Entry by Number, Atlet Maksimal Kelahiran 2009





