kampus
ULM di Mata Mahasiswa Luar Pulau
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mahasiswa dari 194 perguruan tinggi di Indonesia kumpul di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII 2025.
Dari 1.500 mahasiswa dan mahasiswi yang ikut berpartisipasi, mereka berlomba memperebutkan 138 piala dari 15 cabang lomba.
Sebagian mereka mengemukakan pendapatnya tentang universitas yang dikenal dengan sebutan Kampus Perjuangan itu.
Salah satunya adalah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Ahmad Tsaqief Ghiffari, peserta cabang lomba Debat Ilmiah Al-Qur’an Bahasa Inggris mengakui ULM mempunyai wilayah yang sangat luas.
Baca juga: Hari Pos Sedunia 2025: #PostForPeople: Layanan Lokal. Jangkauan Global.
“To be honest, ULM is really wide, really vast, I cannot see the end to the end because is so big,“ Tsaqief said. “Sejujurnya, ULM sangat lebar, sangat luas, saya tidak bisa melihat ujung ke ujung karena ini sangat besar,” kata Tsaqief, Rabu (8/10/2025).
Kendati demikian, ULM masih memiliki kekurangan terutama dari segi fasilitas penunjang yang masih kalah jauh dengan UB.
“For me the kind of supporting facilities are still lacking, the quality of infrastructure UB still better,” he stated. “Bagi saya fasilitas penunjang masih kurang, kualitas infrastruktur UB masih lebih baik,” ujarnya.
Meskipun ia sadar bahwa tidak adil untuk membandingkan keduanya, Tsaqief yakin ULM dengan sumber dayanya berpotensi kuat menyamai level kampusnya.
Baca juga: Seminar Literasi di Ponpes Darussalam, Gus Dhofir: Peradaban Itu Dimulai dari Membaca
“I think the kind of resources ULM have, it has really good potential to become like UB,“ he added. “Saya pikir dengan sumber daya yang ULM punya, itu memiliki potensi bagus untuk menjadi seperti UB,” tambahnya.
Berbeda halnya dengan peserta MTQNM XVIII lainya, mahasiswi Universitas Syiah Kuala (Aceh), Putri Sandra mengakui, wilayah kampus ULM besar dengan fasilitas bagus.
“ULM has great facility, I come from Aceh and our university is not big as this campus,” Sandra explained. “ULM memiliki fasilitas yang bagus, saya datang dari Aceh dan universitas kami tidak sebesar kampus ini,” jelas Sandra.

Mahasiswi Universitas Syiah Kuala Aceh, Putri Sandra. Foto: fahmi
Baca juga: Adu Gagasan Mahasiswa dalam Debat Al Qur’an Bahasa Inggris MTQMN XVIII
Baginya, ULM adalah tempat yang cukup bagus ditempati sebab memiliki tata kelola yang baik.
“I see the facilitation, governance, I think it is pretty good place to be,” Sandra said.
“Saya melihat fasilitasnya, tata kelolanya, saya rasa ini adalah tempat yang cukup bagus ditempati,” tutur Sandra.
Walaupun pasti ada kekurangan, ia menilai ULM telah bekerja dengan baik sebagai tuan rumah MTQMN XVIII 2025.
Baca juga: Hilang Dua Hari di Hutan Desa Sungai Ahas, Malkan Pulang Selamat
“I think ULM did a very good job in profiding certain clarification, the committee works very hard,” she told. “Saya pikir ULM melakukan tugas yang baik dalam memberikan klarifikasi tertentu, panitia bekerja sangat keras,“ ucapnya.
Kalimantan Selatan akan selalu dikenang oleh Sandra khususnya memori tentang Universitas Lambung Mangkurat. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE3 hari yang laluMemecah Kemacetan Ibu Kota, Pemko Banjarbaru Bangun Jalan Lingkar Selatan 43 Km
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPemkab Kapuas Raih Predikat Sangat Baik, Peringkat 4 Kinerja PTSP se Kalteng
-
PLN UIP3B KALIMANTAN3 hari yang laluEdukasi Pelajar PLN UPT Pontianak Cegah Gangguan Listrik dari Layang-layang
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluPUPR Kalsel Tambah Rambu dan Perbaiki Geometrik Jalan Banjarbaru – Batulicin
-
PLN UIP3B KALIMANTAN3 hari yang laluPLN UPT Banjarbaru Semangati 60 Anak Pejuang Kanker di RSUD Ulin
-
HEADLINE2 hari yang laluJalan Baru di Banjarbaru, Konektivitas Wilayah Membuka Aktivitas Ekonomi


