HEADLINE
Tega! Bayi Laki-laki Masih Bertali Pusar Dibuang di Komplek Lambung Mangkurat Regency
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan dengan keadaan tali pusar masih basah dan terbungkus kain di komplek Lambung Mangkurat Regency Tahap 2 C5 Nomor 7 RT 013, RW 01 Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Senin (28/11/2022) malam.
Kapolsek Cempaka Ipda Dr Subroto Rindang Arie Setyawan melalui Kasi Humas Polsek Cempaka, Aipda Hendra Fahmi mengatakan, bayi laki-laki ini ditemukan pertama kali oleh Samsu Anwar Riyadi (19).
Awalnya ia mendengar suara anjing menggonggong kemudian keluar rumah lewat pintu samping, dalam waktu bersamaan pemuda 19 tahun itu juga menemukan bayi laki-laki yang tidak jauh dari rumahnya.
Baca juga : Bupati Lamandau Melantik 5 Damang Kepala Adat Kecamatan
“Saat ditemukan bayi itu masih dalam keadaan tali pusar basah dan terbungkus kain,” ungkapnya.
Setelah menemukan bayi laki-laki tersebut Samsu Anwar langsung berkabar ke orang yang ada dalam rumahnya dan tetangga yang berprofesi sebagai bidan.
“Untuk keadaan bayinya sekarang dalam keadaan sehat dan dirawat oleh keluarga Samsul Bahri,” ujarnya.
Polisi tengah memburu pelaku yang tega membuang bayi tersebut. Hendra mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
“Unit Reskrim Polsek Cempaka mencari pelaku yang tega membuang bayi tersebut,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluTukar Posisi 7 Pejabat Eselon II Pemko Banjarbaru, 91 ASN Mutasi dan Promosi
-
HEADLINE2 hari yang laluBNPB Kerahkan Dua Pesawat Cessna Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPanen Padi di Beruntung Baru, Bupati Banjar Apresiasi Semangat Petani Meski Hadapi Tantangan Cuaca
-
HEADLINE2 hari yang lalu“BAPINTAR” Diskominfo Banjarbaru, Membaca Dinamika Publik dari Informasi Digital
-
HEADLINE1 hari yang laluSuhu Udara Kalsel Bisa Sentuh 23 hingga 35 Derajat Celsius
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluBanjarbaru Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan


