Kabupaten Banjar
Sekda Banjar Minta Kepala Perangkat Daerah Maksimalkan Persiapan Evaluasi Pelayanan Publik
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pelayanan publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wajah pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea saat membuka Rapat Pendampingan dan Sharing Session Persiapan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP) Lokus Prioritas Tahun 2026, di Ruang Andromeda, William Tandiono Building, Holiday Inn Express & Suites Gambut, Selasa (28/7/2026) pagi.
Menurut dia, tingkat kepuasan publik menjadi indikator nyata dari akuntabilitas, transparansi dan integritas birokrasi yang dibangun pemerintah daerah.
“Pelayanan publik sejatinya adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Kepuasan publik yang kita peroleh merupakan indikator nyata dari akuntabilitas, transparansi serta integritas birokrasi yang kita bangun,” ujar sekda.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, jelas dia, terus memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Ini Pemenang Desain Logo dan Tema Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel

Lebih jauh sekda mengungkapkan bahwa Kabupaten Banjar berhasil mencatatkan Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,66 dan meraih predikat Pelayanan Prima, sekaligus menjadi capaian tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan. Prestasi tersebut, lanjutnya, merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, baik lokus evaluasi nasional maupun unit layanan mandiri.
Dia menyebut sejumlah perangkat daerah yang turut berkontribusi dalam capaian tersebut, di antaranya Disdukcapil, Dinas Pendidikan, DPMPTSP, DinsosP3AP2KB, DPKP, DPUPRP, BPKPAD, Dispersip, RSUD Ratu Zalecha serta 25 UPTD Puskesmas.
Dia menjelaskan bahwa dalam kerangka pembangunan nasional, instrumen PEKPPP berfungsi memastikan layanan pemerintah tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Memasuki 2026, pemerintah daerah dihadapkan pada perubahan mekanisme pelaksanaan yang terbagi menjadi PEKPPP Prioritas dan PEKPPP Mandiri.
Baca juga: Dinas PUPR Gelar Bimtek Lisensi Arsitek Provinsi Kalimantan Selatan 2026
“Perubahan ini menuntut kesiapan yang lebih matang dalam penyusunan eviden atau data dukung dan pemenuhan indikator. Terlebih lagi, PEKPPP Mandiri kini diwajibkan bagi perangkat daerah yang mendukung program direktif Presiden, meliputi sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, perizinan, kependudukan, hingga tata kelola infrastruktur,” jelas dia.
Sekda juga mengingatkan bahwa Kementerian PANRB akan menetapkan lokus-lokus prioritas yang menjadi fokus utama evaluasi nasional.
Karena itu, ia menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah untuk memberikan perhatian penuh terhadap validitas data dukung, memperkuat koordinasi internal, serta melakukan pengawasan berkala terhadap progres persiapan.
“Jangan biarkan PEKPPP hanya menjadi rutinitas formalitas tahunan. Jadikanlah ini sebagai momentum transformasi budaya kerja yang benar-benar berorientasi melayani masyarakat,” tegas dia.
Baca juga: PUPR Kalsel Terus Matangkan Pembangunan Jalan Lintas Tengah Tapin – Banjar

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Banjar Santi Nurlela menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan kepada 11 perangkat daerah yang ditetapkan sebagai lokus prioritas penilaian nasional tahun 2026.
Menurut dia, kebijakan pusat tahun ini mengalami perluasan cakupan dari sebelumnya hanya dua lokus menjadi 15 urusan pelayanan, sehingga terdapat 11 OPD yang menjadi fokus evaluasi nasional.
Santi menambahkan, kegiatan sharing session menghadirkan praktik baik dari Disdukcapil yang pada tahun sebelumnya berhasil meraih nilai Prima dengan kategori sangat tinggi (A).
Praktik tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan referensi strategi bagi perangkat daerah lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Harapannya, praktik baik dari Disdukcapil dapat memotivasi perangkat daerah lain untuk memperkuat strategi pelayanan, memperbaiki deviden dan menjaga kualitas layanan agar performa Kabupaten Banjar dalam penilaian pelayanan publik tetap berada pada level terbaik,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar)
Editor: Dhani
-
Ekonomi3 hari yang laluBRI Multiguna Pre-Approved, Solusi Kebutuhan Berbagai Rencana Anda
-
HEADLINE1 hari yang laluMaksimalkan OMC Tangani Karhutla, Wapres Gibran Minta Maaf Udara Kalimantan Buruk
-
Kota Banjarbaru1 hari yang lalu102 Rumah Tak Layak Huni Terima Program Barakat Gawe Banjarbaru
-
PLN UIP3B KALIMANTAN1 hari yang laluHumanitrip 2026 PLN Hadirkan Senyum 55 Anak Yatim dan Dhuafa
-
Kabupaten Balangan1 hari yang laluMTQ XIX Tingkat Kabupaten Balangan Digelar di Kecamatan Juai
-
HEADLINE7 jam yang laluKarhutla Kalteng Meluas, Satgas Darat Jadi Tumpuan Penanganan


