Kabupaten Banjar
Rapat Paripurna DPRD Banjar, Bupati Banjar Sampaikan Jawaban Atas 2 Raperda
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Bupati Banjar membacakan jawaban terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah dan Sistem Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di Ruang Paripurna DPRD Banjar, Jumat (31/10/2025) siang.
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Banjar Irwan Bora, didampingi Wakil Ketua III Ali Murtado serta dihadiri Bupati Banjar H Saidi Mansyur, unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.
Bupati Saidi Mansyur menjelaskan bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah telah menjadi pedoman hukum selama hampir satu dekade.

Namun, seiring perkembangan zaman, muncul berbagai tantangan baru, terutama peningkatan volume sampah akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi dan peningkatan konsumsi masyarakat.
Timbunan sampah yang terus meningkat memberikan tekanan besar terhadap kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang terbatas.
“Oleh karena itu, perlu adanya pembaruan regulasi agar pengelolaan sampah lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar dia.
Bupati menambahkan, Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan dan transformasi menuju ekonomi hijau.
“Kabupaten Banjar perlu menyusun Perda baru yang mendorong perubahan paradigma dari sistem linear menuju ekonomi sirkular, yakni melalui upaya daur ulang, penggunaan kembali dan pemanfaatan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi,” tegas dia.
Terkait Raperda Sistem Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), bupati menilai peraturan lama sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

Pembaruan diperlukan agar kebijakan penanggulangan Karhutla dapat berjalan lebih terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh.
“Peraturan daerah yang baru diharapkan mampu menjamin penanggulangan kebakaran hutan dan lahan secara komprehensif, serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dari dampak Karhutla,” harap dia.
Dalam kesempatan itu dia juga menekankan bahwa upaya penanggulangan Karhutla tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan dan keberlanjutan pembangunan daerah, tetapi juga merupakan bentuk pengamalan nilai-nilai agama dan moral dalam menjaga kelestarian ciptaan tuhan.
“Kebijakan ini mendukung kemajuan dan kemandirian daerah, memperbaiki kualitas lingkungan hidup serta sejalan dengan nilai dan norma agama,” pungkas Saidi Mansyur. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar/kk)
Reporter: kk
Editor: Dhani
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluTanggul Halangi Air Keluar di Komplek PWI, Ketua DPRD Banjarmasin Minta Dibongkar
-
NASIONAL3 hari yang laluBesok, Presiden RI Resmikan 166 Sekolah Rakyat Terpadu di Banjarbaru
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluBanjir di Gang Serumpun Sungai Lulut Masih Selutut
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluBanjir Rob Murung Selong Banjarmasin 407 Jiwa Terdampak
-
HEADLINE2 hari yang laluNilai TKA Jadi Syarat Wajib untuk Siswa Eligible SNBP 2026
-
NASIONAL2 hari yang laluTiba di Banjarbaru, Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat



