HEADLINE
Main Basket Tak Gratis! Ada Biaya Sewa Lapangan Basket Taman Maskot Bekantan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pegiat olahraga bola basket Kota Banajarmasin dibuat kecewa. Ya, kemunculan spanduk tarif alias sewa lapangan basket di kawasan Siring Maskot Bekantan mulai diberlakukan sejak terpasang mulai Senin (26/1/2026).
Spanduk atas nama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin itu dengan jelas menuliskan ketentuan tarif lapangan basket yang bertuliskan sewa lapangan saat menggunakan fasilitas publik itu.
Dimana dituliskan sewa lapangan basket Taman Maskot Bekantan Senin – Jumat 06.00 pagi -17.00 sore: Rp50.000 per jam, pukul 17.00 -22.00 sewa Rp65.000 per jam. Sementara untuk hari Sabtu, Minggu, dan Libur Nasional pada pukul 06.00 -17.00 sewa Rp65.000 per Jam, pukul 17.00 -22.00 sewa Rp75.000 per jam.
Baca juga: Anggota DPRD Kapuas Apresiasi Konsistensi Bupati Ikut Musrenbang
Tak hanya sewa lapangan basket, area kawasan lapangan untuk acara kegiatan khusus ada ketentuan tarif Senin – Jumat: Rp70.000 per hari. Sabtu, Minggu dan Libur Nasional dikenakan sewa Rp1.000.000 per hari.
Pantauan Kanalkalimantan, Rabu (28/1/2026) siang, lapangan basket yang berjumlah dua di kawasan tersebut sudah dipasangi pagar kawat berwarna hijau. Salah satu lapangan tampak sudah berpintu lengkap dengan gembok, sementara lapangan satunya masih tidak berpintu.
Kebijakan penerapan tarif retribusi di lapangan Basket Siring Maskot Bekantan Banjarmasin menimbulkan kekecewaan khususnya dari olahragawan basket.
Sebagaimana yang dikatakan Rendi, salah satu anggota komunitas Everyday Basketball yang mempertanyakan apa urgensi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam memberlakukan tarif di fasilitas umum (fasum) seperti lapangan basket.
Baca juga: Musrenbang Kecamatan Kapuas Hulu 2027, Ini Kata Wabup Dodo
Rendi mengakui bahwa kebijakan tarif tersebut sudah berlaku dari tahun 2023. Sekarang baru ramai dibicarakan sebab spanduk baru-baru ini terpasang di kedua lapangan basket di kawasan tersebut.
“Sebenarnya kita enggak terlalu berat ataupun mengiyakan, cuman dari urgensinya apakah ini keputusan yang tepat atau tidak, kita masih mempertanyakan,” tutur Rendi kepada Kanalkalimatan.com, Rabu (28/1/2026) petang.

Salah satu anggota komunitas Everyday Basketball, Rendi. Foto: fahmi
Sepengatahuan masyarakat awam, fasum digunakan untuk memudahkan masyarakat dalam berkegiatan. Namun, akan jadi membingungkan apabila fasum tersebut dikenakan tarif atau sewa. Oleh sebab itu pihaknya butuh penjelasan lebih lanjut dari instansi terkait.
Baca juga: Potensi Karhutla di Kapuas, Ini Kata Kalak BPBD Kapuas
Pegiat atau para atlet basket, di mana mereka berasal dari berbagai macam latar belakang. Mereka datang hanya ingin bermain dan berlatih bersama. Menurut mereka, fasilitas umum yang dimanfaatkan khalayak ramai mestinya tidak dikenakan biaya.
“Fasilitas umum kan dipergunakan untuk kegiatan masyarakat banyak, apabila ditarif pungutan rasanya kurang etis,” jelas Rendi.
Lelaki yang berprofesi sebagai pedagang ini menyayangkan langkah Pemko Banjarmasin yang mengambil pendapatan dari lapangan basket yang nominalnya mungkin tidak terlalu banyak.
“Kalaupun ingin menambah pendapatan, masih banyak sektor lain kenapa harus lapangan basket ini,” ungkapnya.
Baca juga: Tindak Lanjuti LHP BPK Pansus DPRD Kapuas Tinjau Proyek Fisik
Rendi menyebut kebijakan ini pasti berdampak terhadap animo atau keinginan masyarakat untuk bermain di lapangan basket Taman Maskot Banjarmasin. Sebab mungkin ada beberapa kalangan tertentu yang merasa keberatan dengan tarif tersebut.
“Kalau fasilitas umum yang mewadahi kegiatan masyarakat banyak menurut hemat saya harusnya digratiskan,” ujarnya.
Kendati demikian, dia tetap berterima kasih kepada pemerintah yang sudah menyediakan lapangan basket dengan fasilitas mumpuni seperti di kawasan Siring Maskot Bekantan Banjarmasin ini. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluMaksimalkan OMC Tangani Karhutla, Wapres Gibran Minta Maaf Udara Kalimantan Buruk
-
Kota Banjarbaru1 hari yang lalu102 Rumah Tak Layak Huni Terima Program Barakat Gawe Banjarbaru
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluHumanitrip 2026 PLN Hadirkan Senyum 55 Anak Yatim dan Dhuafa
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluMTQ XIX Tingkat Kabupaten Balangan Digelar di Kecamatan Juai
-
HEADLINE15 jam yang laluKarhutla Kalteng Meluas, Satgas Darat Jadi Tumpuan Penanganan
-
Kalimantan Selatan15 jam yang laluWagub Hasnur Tinjau Karhutla Turun Ikut Lakukan Pemadaman


