HEADLINE
Jembatan Perjuangan di Cempaka Dibongkar, Warga Bingung Pekerjaan Tak Dilanjutkan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Proyek rehab perbaikan Jembatan Perjuangan di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru dikeluhkan warga. Lantaran setelah dibongkar, pelaksanaan rehab jembatan tak kunjung terlihat dilanjutkan.
Dikabarkan warga setelah dibiongkar, Jembatan Perjuangan tersebut selama sebulan pekerja tak ada melakukan pekerjaan, kondisi itu membuat geram warga.
Sekadar diketahui, Jembatan Perjuangan menjadi penghubung Kelurahan Cempaka dan Sungai Tiung menjadi jalur alternatif bagi warga, jika Jalan Mistarcokrokusumo tepatnya di depan Masjid Nurul Hasanah terendam banjir.
Menurut Ketua RT 04, Asmani, proyek rehabilitasi jembatan tersebut sudah berlangsung hampir sebulan, setelah dirobohkan terbengkalai hingga kurang lebih sebulan lamanya.
Baca juga: Unjuk Rasa Tolak BBM Naik, Massa PMII Kalsel Ditemui Dua Wakil Rakyat
“Benar jembatan itu lama tidak dikerjakan, setelah dirobohkan, bahkan tidak ada penjelasan dari kontraktornya,” ungkapnya.
Dibeberkan Asmani, pengerjaan rehabilitasi jembatan perjuangan ini hanya tiga bulan, sementara sudah sebulan setelah dirobohkan lagi terlihat pekerjaan.

Proyek rehab perbaikan Jembatan Perjuangan di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru dikeluhkan warga. Foto: ibnu
Bahkan, dirinya mendapat kabar kontraktor proyek sempat berganti sekali dan baru saja dikerjakan kembali dengan kontraktor baru.
Asmani mengatakan, Jembatan Perjuangan ini merupakan alternatif warga jika Jalan Mistar Cokrokusumo di Masjid Nurul Hasanah terendam.
“Mulai tahun 2000, sudah jadi alternatif warga jika jalan utama di muka terendam,” katanya.
Dirinya berharap fasilitas umum tersebut bisa diperbaiki secepatnya, sebab jika terjadi hujan deras beberapa jam berdampak kepada jalan utama di Cempaka yang terendam.
Baca juga: Ringankan Beban Pasca BBM Naik, Polres Tanbu Bagikan 250 Paket Sembako ke Warga
“Kalau kami warga RT 04 maunya jembatan tersebut segera dikerjakan, jangan sampai terbengkalai,” harapnya.
Di tempat yang sama, Dedi mengakui, dirinya mendapat kabar jika para pekerja dari pihak kontraktor setelah melakukan pembongkaran mengalami sakit. “Banyak yang garing (Sakit, red) sehabis menghancur jembatan ini,” katanya.
Masih menurut Dedi, jembatan tersebut memang oleh warga dikenal berbau mistis.
“Ada yang menunggu di sungai ini, mereka juga ketika menghancur jembatan tidak permisi atau besalamatan,” akunya.
Warga mendesak instansi terkait agar segera membangun Jembatan Perjuangan, sebeb mereka takut menjelang musim penghujan ini jalan alternatif yang biasa mereka lalui jadi terhambat. (Kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
HEADLINE3 hari yang laluJalan Baru di Banjarbaru, Konektivitas Wilayah Membuka Aktivitas Ekonomi
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluPerbaikan Jalan Veteran yang Amblas, Kendaraan di Bawah 6 Ton Diperbolehkan Lewat
-
Kota Banjarbaru22 jam yang laluLapuk Atap Bocor, Renovasi TPA Darul Falah Dibantu Wali Kota Banjarbaru
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluAmanah Medical Centre dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Tingkatkan Keselamatan Kerja
-
HEADLINE20 jam yang laluKebakaran di Kawasan Tahura Sultan Adam Berhasil Dipadamkan
-
Bisnis2 hari yang laluPamor Borneo 2026 Tawarkan 15 Proyek Investasi Strategis di Kalimantan


