Kota Banjarbaru
Jadi Spesies Perusak di Sungai Kemuning, 5.424 Ekor Sapu-sapu Ditangkap Lalu Dibuang
Warga Kampung Pelangi Lomba Tangkap Ikan Sapu-sapu Hasilkan 2 Ton
BANJARBARU, Puluhan warga berbondong-bondong menceburkan diri ke aliran Sungai Kemuning di Kampung Pelangi, Rabu (18/4). Keseruan ini tampak karena warga ikuti lomba menangkap ikan sapu-sapu di sungai yang membelah kota Idaman tersebut.
Salah satunya, Firman sang juara lomba berasal dari Guntung Paring berhasil menangkap ikan sapu-sapu dengan jumlah tangkapan sebanyak 754 ekor.
“Saking semangatnya menangkap dapat banyak, dan ikannya memang lumayan,†ujar Firman.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Madi warga Kemuning karena juara kategori tangkapan ikan terbesar. Madi berhasil tangkap ikan seberat 840 gram dengan panjang 50 centimeter. Total semua tangkapan adalah sebanyak 5.424 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat 2 ton.
Selanjutnya seluruh ikan sapu-sapu yang tertangkap akan dimusnahkan oleh Balai KIPM (Karantina Ikan Pengendalian Mutu) Klas II Banjarmasin. Kemeriahan masih dalam rangkaian kebersamaan kegiatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu dan Hari Jadi ke-19 Kota Banjarbaru. Balai KIPM Banjarmasin bekerja sama dengan Pemkot Banjarbaru menyelenggarakan lomba tangkap ikan sapu-sapu itu.
Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan tampak antusias menyaksikan ketika kegiatan lomba tangkap ikan sapu-sapu itu, ratusan warga mengikuti dan diantaranya perwakilan dari kalangan mahasiswa.
Kepala Balai KIPM Klas II Banjarmasin Sokhib, SPi, MP mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka pengendalian IAS (Invasif Alien Species) serta mendukung carrying capacity fresh water agar tercipta kondisi perairan yang seimbang.
Menelisik kebelakang ikan sapu-sapu bukanlah ikan asli Indonesia, akan tetapi berasal dari negara lain. Dalam jumlah kecil ikan ini akan memberikan manfaat, akan tetapi jika dalam jumlah yang besar ikan ini akan jadi kompetitor dan ancaman bagi ikan lain.
“Dengan perairan yang terjaga kebersihannya akan mendukung program Inpres Nomor 01 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,†katanya.
Ikan sapu-sapu biasa disebut juga dengan placo adalah sekelompok ikan air tawar yang berasal dari Amerika tropis yang termasuk dalam famili Loricariidae, namun tidak semua anggota Loricariidae adalah sapu-sapu. Ikan ini dikenal sebagai pemakan alga (lumut) dan sangat populer sebagai ikan pembersih.
Ikan sapu-sapu merupakan jenis ikan yang tahan banting, termasuk kemampuannya mendominasi sungai tercemar, dimana ikan lain sudah angkat tangan entah kabur atau mati karena kualitas air yang buruk.
Ikan ini banyak dijual sebagai ikan hias, atau tepatnya sebagai ikan pembersih kaca akuarium. Karena mulutnya yang menempel pada kaca dan sering disebut ikan pembersih kaca. Beberapa menyebutnya ikan sakarmut (dari katasucker mouth yang artinya memakan dengan cara menghisap). Karena harganya murah ikan ini sering dibuang begitu saja ke sunggai sehingga berkembang pesat di sungai. (devi)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara19 jam yang laluBupati HSU Melantik 13 Pejabat, Bakal Ada Lagi Mutasi
-
Bisnis3 hari yang laluSejak Dini Siapkan Dana Pensiun, Bonus Saldo BRI DPLK Lewat BRImo
-
NASIONAL2 hari yang laluImpor Kapal Virgo Berusia 39 Tahun Diselidiki
-
HEADLINE2 hari yang laluLima Sekoci Kapal Virgo Transport 8 Terdampar di Pesisir Pantai Seruyan
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara21 jam yang laluPolres HSU Bersama Mahasiswa Bagi-bagikan Masker
-
PLN UIP3B KALIMANTAN21 jam yang laluPLN ULTG Batulicin Turun Langsung Menjaga Aset Transmisi dari Karhutla



